Langkah Penguatan Harga Emas Sepertinya Terhadang Inflasi AS

24

JAVAFX – Langkah penguatan harga emas sepertinya terhadang inflasi AS pada perdagangan hari ini di mana potensi munculnya aksi jual kembali memang masih bisa terlihat, dengan mulai munculnya pengaruh dari potensi rencana naiknya suku bunga the Fed dan tensi perang dagang yang masih memanas.

Seperti kita ketahui bahwa di perdagangan sebelumnya, kondisi greenback memberikan tekanannya kepada emas, sehingga hal ini membuat harga emas kontrak Desember di bursa berjangka New York Mercantile Exchange divisi Comex ditutup melemah $1,10 atau 0,09% di level $1219,90 per troy ounce.

Seperti kita ketahui bahwa pada perdagangan sebelumnya, harga emas gagal membaik lagi di hari ketiganya seiring greenback yang mengalami penguatannya juga. Masih adanya surplus perdagangan di China dan membaiknya inflasi China masih gagal membuat harga emas membaik lagi semalam, dimana data klaim pengangguran mingguan AS membaik dan hasil lelang surat hutang AS yang bagus, mengakhiri perdagangan dengan sisi yang negatif.

Pekan ini harga emas sempat membaik setelah sanksi Iran tengah muncul dengan aksi beli emas sebagai pengganti dolar AS yang dilarang AS untuk memperdagangkan mata uangnya, telah membuat emas menjauhi level terendah tahun ini. Namun sayang penguatan harga emas juga tidak berlangsung lama dan besar karena pengaruh akan naiknya suku bunga the Fed serta perang dagang membuat kondisi tersebut terbatas.

Pemberi ruang penurunan harga emas juga masih karena perubahan pandangan ekonomi dari bank sentral AS menjadi beberapa penyebab harga emas kedepannya bisa tertahan kenaikannya. The Fed menekankan bahwa kondisi tenaga kerja dan aktivitas ekonomi AS terasa lebih kuat daripada sebelumnya dan diperkirakan ruang kenaikan suku bunga bisa dilakukan pada rapat selanjutnya. Isyarat kuat inilah yang akan selalu menahan jalan kenaikan emas lagi. Dan Trump sendiri yakin bahwa di kuartal ini PDB AS bisa di atas 5%. Bila memang benar maka kesempatan naiknya ssuku bunga the Fed masih terbuka lebar.

Diperkirakan harga emas bisa ke level $1200 per troy ounce pada September nanti dengan perkiraan juga bisa ke $1300 pada tahun selanjutnya jika masalah kenaikan suku bunga the Fed sedikit hilang.

Harga emas sempat menciptakan level terendah tahun ini lagi namun berubah ke sisi yang positif pekan lalu, ketika ada dukungan dari pasar yang seringkali melepas kepemilikan dolar nya jika potensi perang dagang yang sempat mereda waktu itu.

Sebetulnya sisi perang dagang yang mendatangkan inflasi, seringkali membuat dampak kurang bagus ke emas karena ketika inflasi meninggi, investor melihat kenaikan suku bunga the Fed makin mudah naik sehingga ini jalan buruk bagi emas. Hari ini kita akan melihat kinerja inflasi AS dimulai dengan data inflasi konsumen. Jika naik maka emas bisa tertekan lagi.

  • (Sumber: Analis JAVAFX)
    Author : Adhi Gunadhi