Harga Emas Berupaya Positif Meski The Fed Naikkan Suku Bunganya

39

JAVAFX – Harga emas berupaya positif meski the Fed naikkan suku bunganya pada perdagangan hari ini di mana potensi munculnya aksi beli yang diperkuat dengan melihat pergerakan mata uang AS yang masih bisa ditekan mata uang utama dunia.

Seperti kita ketahui bahwa di perdagangan sebelumnya, kondisi greenback berhasil mengalami tekanannya dari emas, sehingga hal ini masih membuat harga emas kontrak Desember di bursa berjangka New York Mercantile Exchange divisi Comex ditutup menguat $1,10 atau 0,09% di level $1205,50 per troy ounce.

Pada perdagangan sebelumnya, harga emas berhasil memanfaatkan momentum dengan berhasil menciptakan sisi belinya kembali dan masih dapat bertahan di atas level psikologis $1200 per troy ounce. Secara umum, harga emas seberyulnya masih sulit naik dimana ruang jual masih muncul meskipun the Fed sendiri khawatir dengan perang dagang yang bisa menurunkan kinerja ekonomi. Kondisi ini disebabkan oleh situasi perang dagang yang belum usai.

Harga emas sempat melemah di mana pelemahan emas dipicu oleh kinerja bagus dari greenback akibat data ekonomi AS yang biasanya membaik sehingga sikap pasar melihat bahwa kenaikan suku bunga the Fed semakin mudah dilakukan dalam waktu dekat. AS dengan China sudah melakukan aksi saling berbalas tarif dagang, dimana harapannya pengumuman negosiasi segera terwujud sehingga emas bisa menguat kembali, dan tensi perang dagang bisa diredam.

Sebetulnya penguatan harga emas juga tidak bisa berlangsung lama dan besar karena pengaruh akan naiknya suku bunga the Fed serta perang dagang membuat kondisi tersebut terbatas. Namun beberapa hari terakhir, aksi bank sentral di China telah mampu menahan gejolak dolar AS dimana kondisi ini tentu membuat emas juga bisa membaik harganya. Belum lagi usaha bank sentral utama dunia lainnya yang juga berusaha agar dolar tidak terlalu menguat jelang Fed menaikkan suku bunganya kembali di hari ini.

Di sisi lain, beberapa pengamat sudah mulai sangsi dengan kinerja ekonomi AS di kemudian hari mengingat tensi perang dagang yang terus terjadi bisa menjadi poin utama turunnya kinerja ekonomi AS. Situasi negatif ini tentu menjadi titik bagi mata uang AS untuk terus dalam tren yang melemah jelang the Fed menaikkan suku bunganya. Jika Jerome Powell akan khawatir dengan perang dagang dan akan lebih berhati-hati dalam menaikkan suku bunganya, maka itulah sinyal bahwa emas akan bisa pulih lebih besar di kemudian hari.

Namun itupun akan dibatasi situasi perang dagang di mana aksi ini akan selalu memunculkan safe haven dolar, sehingga sulit bagi emas untuk melakukan perbaikannya. Harapannya adalah keinginan Trump yang tidak mau dolar AS menguat lebih besar, sehingga dibutuhkan verbal intervensi baru diluar rencana perang tarif. Itu semua bergantung kepada Powell nanti dini hari.

Harapan lain dengan tidak adanya data ekonomi AS yang penting yang akan rilis hari ini, bisa menjadi jalan bagi dolar AS untuk mengalami tekanan kembali sehingga emas bisa pulih.

(Sumber: Analis JAVAFX)
Author : Adhi Gunadhi