Ekspektasi inflasi Inggris naik 60 basis poin dari Agustus, dengan hampir sepertiga warga Inggris perkirakan inflasi lima tahun di atas 5%, Survei Bank of America, Jumat menunjukkan.
Pasar pekerjaan AS melambat, data non-farm Payroll hanya tumbuh 194.000 di September, jauh di bawah kenaikan 366.000 di Agustus, Departemen Kerja AS, Jumat menunjukkan.
Tingkat pengangguran AS kembali mencatat penurunan untuk bulan ketiga berturut-turut, turun dari 5,2 persen menjadi 4,8 persen, data Departemen Kerja AS, Jumat menunjukkan.
Christine Lagarde, Jumat peringatkan bahwa pemulihan ekonomizona euro menghadapi gesekan dan ketidakseimbangan yang dapat bertahan hingga berakhirnya pandemi.
Departemen Perdagangan, Jumat, melaporkan persediaan grosir meningkat 1,2% seperti yang diperkirakan bulan lalu di tengah anjloknya penjualan.
Federal Reserve dapat mulai mengurangi stimulus ekonomi pada bulan depan meski pertumbuhan lapangan kerja AS di September mengalami penurunan tajam.
Imbal hasil obligasi AS sentuh level tertinggi multi-bulan pada hari Jumat menyusu laporan data ketenagakerjaan AS bulan September lebih lemah dari perkiraan.
Harga minyak naik sekitar 4% minggu lalu, krisis energi global dorong harga minyak ke level tertinggi di hampir tujuh tahun di tengah permintaan untuk pengguna listrik.
Indeks S&P 500 berakhir melemah pada hari Jumat setelah data yang pertumbuhan pekerjaan yang lebih lemah dari perkiraan pada bulan September.
Sehari pasca pencabutan sementara plafon utang AS, Pemimpin Senat Republik Mitch McConnell tidak akan membantu Demokrat lagi dalam menaikkan batas utang.
Inflasi Inggris mengkhawatirkan dan harus dikelola dengan sangat baik, gubernur BoE, Andrew Bailey, mengatakan dalam sebuah wawancara dengan The Yorkshire Post.
Menteri Keuangan AS Janet Yellen pada hari Minggu menyatakan keyakinannya bahwa Kongres akan menaikkan batas utang federal karena tanggung jawab anggota parlemen
Goldman Sachs pangkas target pertumbuhan ekonomi AS menjadi 5,6% untuk 2021 dan 4% untuk 2022 karena pengurangan dukungan fiskal dan tertundanya pemulihan belanja konsumen.
Dolar AS naik ke level tertinggi 2,5 tahun terhadap yen pada hari Senin setelah data payroll AS yang lemah tidak mengubah ekspektasi pasar terhadap tapering the Fed.
Pasar saham Asia tergelincir pada hari Senin karena kekhawatiran inflasi global dongkrak daya tarik komoditas sebagai lindung nilai dibandingkan dengan ekuitas AS.