Departemen Luar Negeri AS merilis laporan tahunannya kepada Kongres tentang kebebasan beragama internasional.
Laporan itu menyebut China, Rusia, Myanmar, Afghanistan, India, Pakistan, dan lainnya melakukan pelanggaran
array(0) { } array(3) { ["DEFAULT"]=> array(1) { [0]=> string(3) "400" } [521]=> array(1) { [0]=> string(3) "900" } [394]=> array(1) { [0]=> string(3) "400" } }