Ukraina Serang Rusia, Harga Minyak Mentah Kembali Rebound

0
502
WTI Brent
Minyak Mentah WTI Brent

Harga minyak mentah naik pada Kamis menyusul serangan Ukraina terhadap infrastruktur minyak Rusia yang berpotensi timbulkan kendala pasokan, dan gagalnya pembicaraan damai antara Rusia dan Amerika guna meredam harapan akan kesepakatan yang dapat memulihkan aliran minyak Rusia ke pasar global, meskipun fundamental yang lemah membatasi kenaikan.

Minyak mentah Brent naik 24 sen, atau 0,38%, menjadi $62,91/barel, sementara minyak West Texas Intermediate (WTI) AS naik 29 sen, atau 0,49%, menjadi $59,24/barel.

Harga minyak naik setelah serangan Ukraina terhadap pipa minyak Druzhba, yang terletak di wilayah Tambov tengah Rusia yang memasok produk energi ke Hungaria dan Slovakia, sehingga menimbulkan kekhawatiran pasokan. Namun, harga minyak masih diperdagangkan dalam rentang perdagangan Rabu, di mana harga minyak mencatat kenaikan setelah gagalnya pembicaraan damai antara utusan utama Amerika Serikat (AS) dan Rusia.

Trump mengatakan bahwa utusan khusus Steve Witkoff dan menantunya Jared Kushner mengadakan “pertemuan yang sangat baik” pada Selasa dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Kremlin mengatakan Putin menerima beberapa proposal AS, meskipun pertemuan tersebut tidak menghasilkan terobosan, seperti dilaporkan CNN.

Ke depannya, penggerak utama harga minyak akan dipengaruhi oleh pengumuman kebijakan moneter oleh Federal Reserve (Fed) pada pertemuan di pekan depan, di mana bank sentral AS diperkirakan akan menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 3,50%-3,75%.