Data PMI Sektor Layanan China Lemahkan Dolar Australia

0
248
Dolar Australia Terapresiasi Ke Level Terkuat Lima Minggu

Dolar Australia lanjutkan penurunan setelah PMI Layanan RatingDog China turun pada Desember bersamaan dengan menguatnya dolar AS di tengah risiko geopolitik yang kembali meningkat. Namun, meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Reserve Bank of Australia (RBA)menjadi dapat membatasi melemahnya dolar Aussie lebih lanjut.

Dolar Australia masih tertekan terhadap dolar AS setelah rilis Indeks Manajer Pembelian (PMI) Layanan RatingDog China pada Senin. AUDUSD mengawali perdagangan pekan ini dari level 0.6676 kembali melemah setelah pada perdagangan di akhir pekan kemarin mencatat kenaikan yang cukup signifikan.

AUDUSD terseret oleh data Indeks Manajer Pembelian (PMI) Layanan RatingDog China pada Senin yang turun menjadi 52,0 pada Desember dari 52,1 pada November. RatingDog melaporkan pekan lalu bahwa PMI Manufaktur naik menjadi 50,1 pada Desember dari 49,9 pada November. China merupakan mitra dagang Australia yang erat, sehingga perubahan apa pun dalam ekonomi China dapat mempengaruhi AUD.

Namun, dolar Aussie itu masih mendapatkan dukungan atas meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Bank Sentral Australia. Para trader menantikan laporan Indeks Harga Konsumen (CPI) kuartal IV Australia yang baru akan dirilis pada 28 Januari mendatang. Gubernur RBA Michele Bullock sebelumnya mengatakan bahwa meskipun dewan tidak secara eksplisit mempertimbangkan kenaikan suku bunga, mereka membahas kondisi di mana suku bunga mungkin perlu dinaikkan pada 2026.

Melemahnya pasangan AUDUSD ini seiring penguatan dolar AS yang didorong oleh permintaan safe-haven atas peningkatan risiko geopolitik setelah penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat (AS).