Tekanan Profit Taking dan Data Inflasi Lunak Dorong Koreksi Harga Emas

0
42
Emas, Gold

Harga emas turun ke sekitar USD 4.590 per ons pada Kamis, seiring investor melakukan aksi ambil untung setelah harga mencetak rekor tertinggi pada sesi sebelumnya. Penurunan ini juga dipengaruhi oleh meredanya permintaan aset safe haven setelah pernyataan Presiden AS Donald Trump yang bernada lebih lunak.

Trump mengatakan bahwa laporan terbaru menunjukkan penindakan Iran terhadap demonstran anti-pemerintah mulai mereda dan tidak ada rencana untuk melakukan eksekusi dalam skala besar. Hal ini mengindikasikan pendekatan wait-and-see terhadap krisis tersebut. Ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak berencana mencopot Ketua The Fed, Jerome Powell, meskipun ada penyelidikan dari Departemen Kehakiman. Namun, Trump menambahkan bahwa masih “terlalu dini” untuk memastikan langkah apa yang akan diambil ke depannya.

Menguatnya USD juga menjadi salah satu penghambat kenaikan emas , dan didukung oleh sejumlah data ekonomi AS , antara lain Data penjualan retail AS yang menguat di 0,5 % dibandingkan perkiraan sebesar 0,4 % , walaupun data PPI inti mengalami sedikit penurunan di angka 0.0 % dibawah forecast di angka 0.0 % .

Namun permintaan Emas cenderung masih mendapatkan sentimen positif di tengah ketidakpastian Geopolitik dan ketidak pastian ekonomi global saat ini.

Dari sisi tehnikal gold masih berkonsolidasi di sekitar area 4600-4590 pada sesi perdagagan Eropa , menandakan potensi bullish masih terjaga dan masih berpeluang kembali naik , selama masih tertahan di atas area support penting 4560 . Target masih disekitar area harga 4640-4680 yang bisa dicapai oleh gold dalam pekan ini , selama momentum bullish berlanjut.