“Banyak yang masih cari sell, padahal Yen lagi dilepas market.”
1. Bank of Japan (BoJ) Memutuskan Menahan Suku Bunga di 0.75%
Bank of Japan secara resmi mengumumkan hari ini bahwa mereka menahan suku bunga acuan tetap di 0.75%, sesuai ekspektasi pasar. Keputusan ini diambil dengan suara 8-1, di mana satu anggota menyuarakan dukungan untuk kenaikan suku bunga lebih cepat. Selain itu, BoJ juga mengerek proyeksi pertumbuhan dan inflasi Jepang dalam laporan outlooknya β sinyal adanya kemungkinan kenaikan suku bunga bertahap di masa depan.
π Dampak bagi GBP/JPY:
- Dengan suku bunga bertahan tanpa kenaikan agresif, ekspektasi suku bunga yang kurang menarik bagi investor membuat Japanese Yen (JPY) relatif lemah dibandingkan mata uang lain termasuk British Pound (GBP).
- Hal ini mendorong pair GBP/JPY menguat ke level tinggi mendekati 213.00 β 214.30, mendekati rekor multi-tahun.
2. Tekanan pada Yen dari Kebijakan Fiskal dan Politik Jepang
Selain keputusan BoJ, faktor politik Jepang ikut melemahkan JPY:
- Perdana Menteri Sanae Takaichi membubarkan parlemen dan memanggil pemilihan umum dini, sekaligus mengusulkan rencana penghapusan sementara pajak konsumsi selama dua tahun untuk mendongkrak belanja domestik.
- Kebijakan fiskal yang ekspansif ini dikhawatirkan dapat memperlemah Yen lebih jauh karena potensi defisit fiskal meningkat dan biaya pendanaan pemerintah naik.
π Dampak bagi GBP/JPY:
- Sentimen politik dan risiko fiskal Jepang cenderung melemahkan JPY, sehingga pair GBP/JPY naik karena JPY yang lebih murah.
3. Data Ekonomi Inggris yang Lebih Kuat dari Perkiraan
Beberapa indikator ekonomi Inggris baru-baru ini menunjukkan kinerja yang relatif kuat:
- Data inflasi CPI Inggris menunjukkan kenaikan lebih tinggi dari estimasi beberapa analis (CPI tahunan lebih cepat), membawa pandangan bahwa pertumbuhan ekonomi Inggris masih solid dan bahwa ekspektasi pemangkasan suku bunga Bank of England (BoE) mungkin tertunda.
π Dampak bagi GBP/JPY:
- Pound Sterling mendapat dukungan dari data ekonomi yang kuat, memungkinkan GBP berkinerja lebih kuat terhadap JPY yang lemah, mendorong kenaikan GBP/JPY.
4. Indikator Makro Ekonomi Lainnya yang Mendukung Pergerakan
Dari kalender ekonomi terbaru per 23 Januari 2026 (Investing.com), terdapat sejumlah indikator yang ikut memengaruhi sentimen pasar:
β
PMI Manufaktur & Jasa UK naik melebihi prediksi
β‘οΈ Sinyal aktivitas sektor produksi & jasa UK yang lebih solid.
β
CPI Inti Jepang turun lebih rendah dari sebelumnya
β‘οΈ Menekan harapan BoJ menjadi terlalu hawkish secara cepat.
β
Kepercayaan konsumen UK sedikit membaik
β‘οΈ Menambah sentimen positif pada GBP.
π Kesimpulan Market Sentiment β 23 Januari 2026
- GBP/JPY bergerak menguat kuat di sesi awal perdagangan Asia dan Eropa, mendekati level tertinggi multi-tahun, di bawah pengaruh kombinasi BoJ dovish vs. sentimen politik Jepang, serta kekuatan relatif British Pound terhadap Japanese Yen.
- Meskipun BoJ menunjukkan potensi kenaikan suku bunga di masa depan, keputusan saat ini dinilai belum cukup hawkish untuk mengangkat Yen dalam jangka pendek.




