Yen Mengamuk! Spekulasi Intervensi Jepang Bikin GBPJPY Terancam Rontok

0
8

GBP/JPY adalah pasangan mata uang yang dipengaruhi oleh kondisi ekonomi di Inggris (GBP) dan Jepang (JPY), termasuk perbedaan kebijakan moneter, data ekonomi, sentimen risiko pasar, serta geopolitik global. Pada 26 Januari 2026, beberapa faktor utama yang sedang menentukan pergerakannya antara lain:


πŸ“Œ 1. Spekulasi Intervensi Yen & Penguatan Mata Uang Jepang

Mata uang Yen Jepang (JPY) mengalami penguatan tajam terhadap dolar AS dan mata uang lain karena meningkatnya spekulasi tentang kemungkinan intervensi pasar oleh pemerintah Jepang dan otoritas AS untuk menahan volatilitas nilai tukar.

  • Pasar valas sangat memperhatikan kemungkinan intervensi kooperatif AS–Jepang, seiring yen melonjak ke level tertinggi dua bulan terakhir.
  • Spekulasi ini menyulut unwinding posisi short yen, yang berimbas pada penguatan JPY relatif terhadap GBP.

πŸ“Œ Dampaknya ke GBP/JPY: Yen yang menguat cenderung memberi tekanan turun pada GBP/JPY, karena angka JPY menjadi lebih kuat secara relatif.


πŸ“Œ 2. Kebijakan Moneter Bank of Japan (BoJ)

Bank of Japan memutuskan menahan suku bunga acuan di 0,75%, di tengah sinyal bahwa normalisasi kebijakan masih berlanjut.

  • BoJ juga memperingatkan tentang lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah (JGB) dan memberi sinyal kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut di 2026.

πŸ“Œ Impaknya ke GBP/JPY:

  • Kebijakan BoJ yang lebih ketat dari ekspektasi pasar cenderung menguatkan JPY, menekan pasangan GBP/JPY.
  • Ekspektasi kenaikan suku bunga mendukung permintaan terhadap yen dibandingkan dengan pound.

πŸ“Œ 3. Kinerja Pound Sterling (GBP) & Outlook BoE

Data ekonomi Inggris memberi campuran sinyal:

  • Inflasi Inggris naik lebih tinggi dari ekspektasi pada Desember 2025, yang menahan tekanan untuk pemotongan suku bunga Bank of England (BoE) periode awal.
  • Retail sales yang lebih kuat dan aktivitas bisnis dorong GBP ke performa yang lebih baik terhadap dolar beberapa hari terakhir.

πŸ“Œ Namun, pasar tetap memperkirakan beberapa penurunan suku bunga BoE di tahun 2026, meski mungkin tertunda dari awal.

πŸ‘‰ Prospek suku bunga yang lebih rendah cenderung melemahkan GBP terhadap mata uang lain, termasuk JPY.

πŸ“Œ 4. Sentimen Risiko & Kondisi Makro Global

Sentimen global juga memainkan peran besar:

  • Ketidakpastian geopolitik (mis. ketegangan di Timur Tengah dan isu Greenland) serta reli harga emas mendukung arus safe haven.
  • Yen sebagai aset safe-haven mendapatkan dukungan tambahan di tengah volatilitas pasar internasional.

πŸ“Œ Dampaknya ke GBP/JPY:

Dalam lingkungan risk-off, mata uang safe haven seperti JPY menguat, mendorong GBP/JPY turun.

Kesimpulan Fundamental 26 Januari 2026

βš–οΈ GBP/JPY pada hari ini dipengaruhi oleh perpaduan beberapa faktor fundamental:

  1. Penguatan Yen akibat spekulasi intervensi pasar, yang memberi tekanan turun pada GBP/JPY.
  2. Kebijakan moneter BoJ yang tetap hati-hati tetapi mengarah ke normalisasi, memperkuat JPY.
  3. Pound yang stabil/tumbuh moderat, tapi masih rentan terhadap ekspektasi suku bunga lebih rendah dari BoE.
  4. Sentimen global risk-off mendukung safe-haven JPY dan mengurangi minat terhadap aset berisiko seperti GBP/JPY.

πŸ‘‰ Secara keseluruhan, kombinasi ini cenderung memberi bias negatif atau terbatas pada penguatan GBP/JPY dalam jangka pendek, meskipun volatilitas tetap tinggi karena faktor intervensi dan sentimen pasar.