Nilai tukar pound sterling Inggris naik menembus level US$1,3600, tertinggi dalam lebih dari dua minggu, seiring para pelaku pasar mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Bank of England (BoE). Hal ini dipicu oleh pernyataan pembuat kebijakan BoE, Megan Greene, serta data ekonomi Inggris yang lebih kuat dari perkiraan.
Selain itu, spekulasi bahwa Federal Reserve AS (The Fed) akan kembali menurunkan suku bunga dua kali lagi tahun ini turut menjadi faktor yang melemahkan dolar AS.
Sementara itu, data PMI dari S&P Global menunjukkan aktivitas sektor swasta Inggris pada Januari tumbuh dengan laju tercepat sejak April 2024. Penjualan ritel juga naik 0,4% pada Desember, melampaui ekspektasi pasar. Kepercayaan konsumen turut meningkat ke level tertinggi sejak Agustus 2024. Rangkaian data ini menyusul laporan sebelumnya yang menunjukkan inflasi utama (headline CPI) Inggris lebih panas dari perkiraan, yakni sebesar 3,4% pada Desember.





