Yen Jepang masih tertekan oleh berbagai kekhawatiran termasuk kekhawatiran fiskal dan ketidakpastian politik tidak memengaruhi data ekonomi yang positif, Namun, ekspektasi intervensi Bank of Japan (BoJ) yang cenderung bearish menjadi faktor yang dapat menghambat penurunan yen lebih lanjut. Di sisi lain, ekpektasi pelonggaran moneter oleh Federal Reserve (Fed) yang menjadi hambatan bagi dolar AS seakan belum menjadi penghambat kenaikan USDJPY.
Yen Jepang masih melemah terhadap dolar AS, memasuki hari keempat berturut-turut. pasangan mata uang safe-haven itu bahkan anjlok ke level terendah dalam hampir empat minggu menjelang sesi Eropa pada Rabu. USDJPY saat ini diperdagangkan di sekitar level 150.46, menguat signifikan dari pembukaan hari ini di level 154.87.
Kekhawatiran para pelaku pasar terhadap kesehatan fiskal Jepang di bawah kebijakan pengeluaran ekspansif Perdana Menteri Sanae Takaichi di tengah ketidakpastian politik menjelang pemilu dadakan pada 8 Februari mendatang, menjadi faktor utama yang melemahkan yen Jepang dan menyebabkan pasangan USDJPY kembali mendekati level 156.00-an.
Para pelaku pasar saat ini masih mengantisipasi kemungkinan intervensi terkoordinasi antara Jepang dan AS untuk menghentikan penurunan yen lenbih lanjut. Selain itu, narasi pelonggaran kebijakan moneter secara bertahap oleh BoJ dapat membatasi penurunan yen Jepang lebih lanjut. Selain itu, spekulasi bahwa the Fed akan memangkas suku bunga dua kali lagi gagal membuat dolar AS menguat. Sehingga hal ini dapat membatasi kenaikan lebih lanjut USDJPY menjelang data makro AS.




