“BoE tahan bunga, Yen melemah… dan di sinilah banyak trader salah baca arah.”
Berikut berita ekonomi update per 5 Februari 2026 yang menjadi faktor fundamental utama memengaruhi pergerakan GBP/JPY (Pound Inggris vs Yen Jepang) — yang relevan untuk trader dan analis pasar:
💷 1) Bank of England (BoE) Diperkirakan Hold Suku Bunga
BoE diperkirakan menahan suku bunga di 3.75% hari ini, karena pembuat kebijakan menunggu data inflasi yang lebih jelas sebelum melakukan penyesuaian lebih lanjut. Pasar fokus pada pernyataan BoE untuk petunjuk arah kebijakan moneter ke depan. Kebijakan hold ini bisa mendukung sterling jika pesan BoE tetap hawkish, tapi bisa menekan GBP bila sinyal dovish muncul.
📈 2) Pound Menguat Terhadap Euro Sebelum Rapat BoE
Sterling mencapai level tertinggi 5 bulan vs Euro menjelang keputusan BoE, menunjukkan ekspektasi pasar tentang prospek ekonomi Inggris dan harapan bahwa BoE wait-and-see pada kebijakan suku bunga. Hal ini bisa meningkatkan minat beli GBP terhadap JPY.
📊 3) Risiko Inflasi Inggris Masih Tinggi
Data inflasi Inggris (CPI Desember) menunjukkan angka lebih tinggi dari perkiraan, memperlambat ekspektasi pemangkasan suku bunga lebih cepat. Inflasi yang tetap kuat mendukung nilai GBP terhadap mata uang lain termasuk JPY.
🟡 4) Yen Tertekan oleh Data Inflasi Tokyo yang Lembut
CPI Tokyo terbaru menunjukkan inflasi yang melambat, yang melemahkan ekspektasi bahwa Bank of Japan (BoJ) akan bergerak ke kebijakan moneter lebih ketat. Ini membuat Yen melemah, yang biasanya mendongkrak pasangan GBP/JPY lebih tinggi.
🧠 Inti Pengaruh Fundamental pada GBP/JPY;
👉 GBP mendapat dukungan dari prospek kebijakan moneter Inggris yang belum agresif menurunkan suku bunga meskipun data ekonomi menunjukkan perlambatan, serta inflasi Inggris yang relatif tinggi.
👉 JPY relatif melemah karena data inflasi domestik yang lemah dan pasar yang meragukan percepatan pengetatan moneter oleh Bank of Japan, sehingga Yen menjadi kurang menarik dibanding GBP.
👉 Sentimen risiko dan pergerakan global juga bisa memperkuat Yen sebagai safe-haven, tetapi dinamika inflasi dan kebijakan moneter tetap menjadi driver utama hari ini.




