Yen Kuat, Pound Loyo — GBPJPY Tinggal Nunggu Breakdown?

0
104

“Yen lagi kuat, Pound lagi lemah, pertanyaannya cuma satu: breakdown-nya kapan?”

Berikut berita ekonomi dan faktor fundamental terbaru per 11 Februari 2026 yang lagi memengaruhi pergerakan harga GBP/JPY , karena pair ini sangat dipengaruhi oleh dinamika GBP (Pound Sterling), JPY (Yen Jepang), dan kondisi pasar global.


1) Yen Jepang Menguat Usai Kemenangan Politik Domestik

Yen menguat signifikan terhadap banyak mata uang, termasuk Pound, karena hasil pemilu besar di Jepang yang membuat investor memperkirakan kebijakan fiskal dan arah ekonomi lebih stabil di bawah pemerintahan baru Sanae Takaichi. Penguatan JPY ini menekan GBP/JPY ke level lebih rendah.

2) Tekanan Politik di Inggris Melemahkan Pound Sterling

GBP/JPY juga turun karena tekanan politik di Inggris dan ketidakpastian terhadap arah kebijakan ekonomi domestik. Isu-isu seperti pengunduran diri staf penting pemerintahan meningkatkan risiko politik yang menekan Pound Sterling terhadap mata uang lain, termasuk JPY.

3) Ekspektasi Kebijakan BoJ vs BoE & Perbedaan Suku Bunga

Pasangan ini sangat dipengaruhi oleh divergensi kebijakan moneter:

  • Bank of Japan (BoJ) dipandang akan lebih hawkish atau stabil → mendorong JPY.
  • Bank of England (BoE) di pasar harga ekspektasi potensi pemangkasan suku bunga karena perlambatan ekonomi di UK. Kesenjangan ini memberi tekanan tambahan pada GBP/JPY.

 4) Safe-Haven Flows & Sentimen Risiko Global

Karena JPY dipandang sebagai mata uang safe haven, sentimen risiko global yang fluktuatif (mis. kekhawatiran ekonomi global, data AS yang lemah) memberi dukungan pada Yen terhadap mata uang berisiko seperti GBP. Ini turut menekan GBP/JPY menjelang rilis data besar seperti Non-Farm Payroll (NFP).

5) Pergerakan Kurs & Tekanan Jangka Pendek

Secara teknikal, GBP/JPY bergerak turun menuju area ±212.00–212.50, mencerminkan tekanan pasar yang dominan pada JPY kuat dan GBP rentan terhadap berita politik serta perbedaan kebijakan moneter kedua negara.

Ringkasan Faktor Fundamental GBP/JPY (11 Februari 2026)

Bullish atau dorongan naik GBP/JPY (jarang kini):

  • Pound mendapat support jika data ekonomi Inggris kuat
  • Sentimen risiko meningkat bisa kembali dorong aset berisiko

Bearish / Tekanan turun GBP/JPY (dominant kini):

✔ Yen Jepang menguat setelah hasil politik dan sentimen fiskal Jepang

✔ Divergensi kebijakan BoJ vs BoE memperkuat JPY relatif ke GBP

✔ Ketidakpastian politik Inggris menekan kekuatan Pound

✔ Safe-haven flows dari pasar global memperkuat JPY

✔ Pound rentan menjelang data penting seperti NFP AS

Kesimpulan:


GBP/JPY saat ini bergerak di bawah tekanan fundamental karena Yen Jepang menguat signifikan dan Pound Sterling melemah akibat faktor politik, kebijakan moneter yang divergen, dan sentimen risiko pasar global.

“Yen lagi kuat, Pound lagi lemah, pertanyaannya cuma satu: breakdown-nya kapan?”

Berikut berita ekonomi dan faktor fundamental terbaru per 11 Februari 2026 yang lagi memengaruhi pergerakan harga GBP/JPY , karena pair ini sangat dipengaruhi oleh dinamika GBP (Pound Sterling), JPY (Yen Jepang), dan kondisi pasar global.


1) Yen Jepang Menguat Usai Kemenangan Politik Domestik

Yen menguat signifikan terhadap banyak mata uang, termasuk Pound, karena hasil pemilu besar di Jepang yang membuat investor memperkirakan kebijakan fiskal dan arah ekonomi lebih stabil di bawah pemerintahan baru Sanae Takaichi. Penguatan JPY ini menekan GBP/JPY ke level lebih rendah.

2) Tekanan Politik di Inggris Melemahkan Pound Sterling

GBP/JPY juga turun karena tekanan politik di Inggris dan ketidakpastian terhadap arah kebijakan ekonomi domestik. Isu-isu seperti pengunduran diri staf penting pemerintahan meningkatkan risiko politik yang menekan Pound Sterling terhadap mata uang lain, termasuk JPY.

3) Ekspektasi Kebijakan BoJ vs BoE & Perbedaan Suku Bunga

Pasangan ini sangat dipengaruhi oleh divergensi kebijakan moneter:

  • Bank of Japan (BoJ) dipandang akan lebih hawkish atau stabil → mendorong JPY.
  • Bank of England (BoE) di pasar harga ekspektasi potensi pemangkasan suku bunga karena perlambatan ekonomi di UK. Kesenjangan ini memberi tekanan tambahan pada GBP/JPY.

 4) Safe-Haven Flows & Sentimen Risiko Global

Karena JPY dipandang sebagai mata uang safe haven, sentimen risiko global yang fluktuatif (mis. kekhawatiran ekonomi global, data AS yang lemah) memberi dukungan pada Yen terhadap mata uang berisiko seperti GBP. Ini turut menekan GBP/JPY menjelang rilis data besar seperti Non-Farm Payroll (NFP).

5) Pergerakan Kurs & Tekanan Jangka Pendek

Secara teknikal, GBP/JPY bergerak turun menuju area ±212.00–212.50, mencerminkan tekanan pasar yang dominan pada JPY kuat dan GBP rentan terhadap berita politik serta perbedaan kebijakan moneter kedua negara.

Ringkasan Faktor Fundamental GBP/JPY (11 Februari 2026)

Bullish atau dorongan naik GBP/JPY (jarang kini):

  • Pound mendapat support jika data ekonomi Inggris kuat
  • Sentimen risiko meningkat bisa kembali dorong aset berisiko

Bearish / Tekanan turun GBP/JPY (dominant kini):

✔ Yen Jepang menguat setelah hasil politik dan sentimen fiskal Jepang

✔ Divergensi kebijakan BoJ vs BoE memperkuat JPY relatif ke GBP

✔ Ketidakpastian politik Inggris menekan kekuatan Pound

✔ Safe-haven flows dari pasar global memperkuat JPY

✔ Pound rentan menjelang data penting seperti NFP AS

Kesimpulan:


GBP/JPY saat ini bergerak di bawah tekanan fundamental karena Yen Jepang menguat signifikan dan Pound Sterling melemah akibat faktor politik, kebijakan moneter yang divergen, dan sentimen risiko pasar global.