Data NFP AS Berpotensi Jadi Penentu Tren Harga Emas, Pasar Siaga

0
115

Pergerakan emas saat ini terasa berbeda sejak kenaikan di awal pekan ini, bergerak relatif datar dan dalam rentang terbatas. Setelah sempat terkoreksi secara moderat pada perdagangan sebelumnya, logam mulia itu perlahan bangkit kembali. Pada sesi Asia, harga emas kembali menguat, seolah menemukan pijakan baru di tengah ketidakpastian global.

Di balik kenaikan emas ada dolar AS yang tampak kehilangan tenaga. Tekanan terhadap mata uang Greenback itu muncul seiring meningkatnya keyakinan pasar bahwa Federal Reserve (Fed) akan melonggarkan kebijakan moneternya. Ekspektasi pemangkasan suku bunga kembali mengemuka, dan seperti pola yang sudah sering terjadi, setiap kali prospek suku bunga melemah, emas mendapatkan ruang untuk bernapas lebih lega.

Emas, yang tidak memberikan imbal hasil, memang cenderung bersinar saat suku bunga diperkirakan turun. Ketika imbal hasil obligasi dan daya tarik dolar mereda, investor mulai kembali melirik aset safe-haven ini sebagai alternatif lindung nilai. Namun, reli ini bukan berarti tanpa hambatan.

Di tengah penguatan emas, sentimen risiko global justru terlihat membaik. Pasar saham relatif stabil, dan ketegangan geopolitik menunjukkan tanda-tanda mereda. Kondisi ini membuat sebagian pelaku pasar enggan mendorong harga emas terlalu agresif. Mereka memilih untuk bersikap hati-hati di Tengah fokus yang kini sepenuhnya tertuju pada satu agenda besar, rilis data Nonfarm Payrolls (NFP) AS.

Laporan ketenagakerjaan ini bukan sekadar data rutin bulanan. Di mata pelaku pasar, data ini seperti sebuah kompas arah kebijakan The Fed. Jika pasar tenaga kerja menunjukkan pelemahan, maka ekspektasi pemangkasan suku bunga akan semakin menguat, dan itu bisa menjadi bahan bakar baru bagi emas. Sebaliknya, jika data tenaga kerja masih solid, dolar berpotensi bangkit dan menahan laju logam mulia.

Inilah mengapa pasar tampak siaga. Pergerakan emas saat ini lebih menyerupai fase konsolidasi menjelang momen penentuan arah. Investor belum sepenuhnya berani mengambil posisi besar sebelum mendapatkan konfirmasi dari data ekonomi utama tersebut.

Untuk saat ini, pelemahan dolar memberikan pijakan bagi emas. Namun kelanjutan tren akan sangat bergantung pada bagaimana kondisi pasar tenaga kerja AS tercermin dalam laporan NFP. Di tengah dinamika itu, emas kembali berada di persimpangan, menunggu satu data yang bisa mengubah arah pergerakannya secara signifikan.