Poundsterling Tak Berdaya! GBPJPY Terseret Arus Kuat Yen

0
62

Kenapa tiba-tiba Yen begitu kuat?

Kenapa Pound justru melemah di saat pasar butuh kejelasan arah?

Kalau trading GBPJPY hari ini tanpa tahu faktor fundamentalnya…risikonya bisa mahal.


Berikut artikel & berita ekonomi ter-update yang merangkum faktor fundamental utama yang memengaruhi pergerakan harga GBP/JPY pada 12 Februari 2026, penting untuk analisis pasar, trader, dan ekonomi makro.


GBP/JPY Menurun Kuat di 12 Februari 2026

Pada perdagangan 12 Februari 2026, pasangan mata uang GBP/JPY menunjukkan tekanan bearish yang signifikan, turun ke level terendah multi-minggu dan memperpanjang tren penurunan yang berlangsung beberapa hari terakhir.



Faktor-faktor fundamental berikut menjadi katalis utama pergerakan harga tersebut:

1. Penguatan Yen Jepang (JPY)

Yen mengalami strengthening terhadap banyak mata uang utama, yang menjadi pendorong terbesar tekanan turun pada GBP/JPY hari ini. Penguatan ini berkaitan dengan:

  • Kemenangan besar partai berkuasa Jepang dalam pemilu umum, yang mengurangi ketidakpastian politik dan memperkuat permintaan terhadap aset-aset Jepang. Trader menilai stabilitas politik dapat mendukung outlook ekonomi Jepang secara keseluruhan.
  • Ekspektasi pasar terhadap stimulus fiskal dan kemungkinan kenaikan suku bunga BoJ (Bank of Japan) sehingga meningkatkan daya tarik Yen.

Hasilnya: GBP/JPY anjlok ke level terendah sejak akhir Desember 2025, memperlihatkan permintaan kuat atas Yen relatif terhadap Pound.

 

2. Kebijakan Moneter BoE yang Relatif Dovish

Bank of England (BoE) menahan suku bunga pada 3.75 % dan rapat kebijakan menunjukkan suara internal dovish (ada anggota yang mendukung pemangkasan suku bunga). Hal ini melemahkan Pound Sterling secara relatif terhadap mata uang lain, termasuk Yen:

  • Hasil voting yang terbelah di BoE memperkuat ekspektasi pasar bahwa penurunan suku bunga bisa datang lebih cepat dari yang diantisipasi sebelumnya.

Efeknya: Sterling mengalami tekanan jual, turut membantu penurunan GBP/JPY.


3. Data Fundamental Ekonomi Inggris yang Dipantau

Pada hari ini, pasar juga mencermati sejumlah data ekonomi Inggris, seperti indikator GDP (pertumbuhan ekonomi), produksi industri, serta data manufaktur yang dipublikasikan pada calendar ekonomi FX. Kondisi data ini mempengaruhi persepsi pasar terhadap kekuatan ekonomi UK dan prospek suku bunga BoE.


Walaupun beberapa angka seperti GDP menunjukkan pertumbuhan, pasar menilai hasilnya kurang kuat untuk mendukung Pound secara signifikan, sehingga GBP tetap dalam tekanan.


4. Sentimen Risk-On/Off dan Aliran Modal

Sentimen pasar global juga berperan signifikan:

  • Risk-off environment (ketidakpastian pasar) cenderung mendorong investor ke safe-haven seperti JPY dan obligasi Jepang, memperkuat Yen.
  • Aksi modal global ke aset Jepang akibat hasil pemilu yang stabil memperkuat Yen di tengah turunnya aset berisiko lainnya.

Kombinasi sentimen ini menguatkan tekanan jual terhadap GBP/JPY di jangka pendek.


Kesimpulan

Pada perdagangan 12 Februari 2026, GBP/JPY mengalami penurunan tajam ke level yang lebih rendah dari beberapa minggu terakhir. Hal ini terutama karena penguatan Yen Jepang yang signifikan pasca kemenangan partai berkuasa di pemilu umum, proyeksi kebijakan fiskal stimulus besar, dan semakin kuatnya ekspektasi bahwa Bank of Japan akan mempertahankan atau menaikkan suku bunga.

Di sisi lain, Bank of England menunjukkan kecenderungan kebijakan moneter dovish, yang menekan Pound Sterling relatif terhadap Yen. Ditambah lagi, data ekonomi Inggris yang kurang kuat mengurangi dukungan fundamental terhadap GBP.

Hasil akhirnya: tekanan bearish pada GBP/JPY tetap dominan di pasar FX hari ini, dengan investor memprioritaskan Yen atas Pound dalam konteks sentimen risiko global dan perbedaan kebijakan moneter di kedua negara.