Dua Bank Sentral Bikin Panik! GBPJPY Terjebak di Tengah Badai!

0
53

“Kalau satu bank sentral bikin market goyang itu biasa… tapi gimana kalau DUA sekaligus kasih sinyal yang bikin panik?

 
BoJ diguncang isu politik, BoE kasih sinyal pemangkasan suku bunga… dan sekarang GBPJPY terjebak di tengah badai! Pertanyaannya: ini momen breakout besar… atau jebakan buat trader yang telat baca arah?”


Berikut artikel berita ekonomi terupdate per 25 Februari 2026 yang menjelaskan faktor-faktor fundamental utama yang mempengaruhi pergerakan harga GBP/JPY, cocok buat kamu yang mau memahami why bukan “apa aja angkanya”.


Berita Ekonomi Terkini & Analisis Fundamental: GBP/JPY – 25 Februari 2026;

Yen Jepang Tetap Melemah Akibat Kekhawatiran Intervensi dan Ketidakpastian Kebijakan

Pada hari ini, yen Jepang (JPY) diperdagangkan di dekat level terlemah dua minggu terhadap dollar AS setelah laporan bahwa Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, mempertanyakan arah kenaikan suku bunga Bank of Japan (BoJ). Pasar khawatir adanya tekanan politik terhadap independensi BoJ dan preferensi kebijakan low rates, high spending yang bisa melemahkan JPY lebih lanjut. Akibatnya, yen turun sekitar 0.8 % ke 156.28 terhadap dollar AS, mencerminkan tekanan pada mata uang safe-haven tersebut.

 
Implikasi untuk GBP/JPY:

Yen yang melemah cenderung mendorong GBP/JPY naik karena denominator (JPY) melemah.


Pound Sterling (GBP) Tetap Melemah di Tengah Ekspektasi Bank of England (BoE) Dovish

Sterling berada dekat level terendah satu bulan terhadap USD menjelang testimoni Gubernur BoE, Andrew Bailey, di hadapan komite parlemen. Pasar memperkirakan bahwa BoE akan memulai serangkaian pemotongan suku bunga tahun ini setelah ekonomi Inggris menunjukkan tanda-tanda perlambatan (pengangguran naik, inflasi turun). Sentimen dovish ini menahan GBP di bawah tekanan.


BoE yang dovish → GBP melemah → potensi tekanan turun pada GBP/JPY.

Sentimen Pasar Global dan Hambatan Ekonomi Inggris

Beberapa data sebelumnya menunjukkan bahwa data tenaga kerja Inggris melemah dan mendukung ekspektasi pasar bahwa BoE akan menurunkan suku bunga lebih cepat. Ini turut menekan kekuatan GBP terhadap mayor mata uang lain.


Faktor pendukung GBP negatif saat ini antara lain:

  • Data tenaga kerja yang lemah
  • Inflasi di level terendah sejak Maret 2025
  • Ekspektasi pemotongan suku bunga BoE yang semakin tinggi

GBP/JPY Masih Terkonsolidasi dalam Rentang Harga

Data pasar menunjukkan bahwa pasangan GBP/JPY bergerak di kisaran sekitar 209-210 yen per pound pada 25 Februari 2026, mencerminkan pergerakan sideways dengan volatilitas moderat, di tengah tekanan fundamental yang saling tarik-menarik antara GBP dan JPY.

Rangkuman Faktor Fundamental yang Pengaruhi Harga GBP/JPY Hari Ini;

Faktor yang Bullish untuk GBP/JPY

  • Yen melemah akibat kekhawatiran terhadap independensi BoJ dan potensi kebijakan dovish di Jepang.
  • Ini cenderung membuat *GBP/JPY terangkat * karena JPY yang lebih lemah menambah nilai relatif GBP.



Faktor yang Bearish untuk GBP/JPY

  • Pound Sterling melemah karena ekspektasi pemotongan suku bunga Bank of England (BoE) dan data ekonomi Inggris yang mengecewakan.
  • Ini memberi tekanan kepada GBP/JPY untuk bergerak lebih rendah.



Kesimpulan Fundamental (25 Februari 2026)


GBP/JPY dipengaruhi oleh dua kekuatan besar:

  • Kebijakan dan kekhawatiran yen (political interference BoJ) : Sentimen pasar Yen Melemah, GBPJPY cenderung naik.
  • Ekspektasi pemangkasan suku bunga BoE : Sentimen pasar GBP melemah, GBPJPYcenderung turun.

Hasilnya mix: Pasangan ini cenderung bergerak sideways dengan bias volatilitas tergantung pada data BoE dan berita kebijakan BoJ lebih lanjut.