Pertarungan Bank Sentral! BoE vs BoJ, Siapa Menang di GBPJPY?

0
42

“Dua bank sentral besar dunia sedang saling berhadapan… dan satu keputusan suku bunga bisa bikin GBPJPY terbang atau terjun bebas dalam hitungan menit!”


Berikut artikel berita ekonomi terbaru (26 Februari 2026) yang menjelaskan faktor-faktor fundamental utama yang memengaruhi pergerakan harga GBP/JPY — ditulis dengan format yang cocok untuk analisa pasar forex

Landasan Fundamental Pergerakan GBP/JPY – 26 Februari 2026

GBP/JPY hari ini diperdagangkan di kisaran sekitar 211–212 yen per GBP, mencerminkan reaksi pasar terhadap perkembangan moneter dan data ekonomi global.


Kebijakan Moneter Bank of Japan (BoJ) Jadi Sorotan Utama

Salah satu faktor fundamental terbesar yang memengaruhi pergerakan GBP/JPY hari ini adalah ketidakpastian arah kebijakan moneter dari BoJ.

  • Komentar hawkish Gubernur BoJ Kazuo Ueda yang menyatakan kemungkinan kenaikan suku bunga Jepang jika data mendukung, memicu penguatan yen dan mendorong pelemahan sementara GBP/JPY ke sekitar 211,30.
  • Sebaliknya, penunjukan akademisi dovish ke dewan BoJ oleh PM Sanae Takaichi menekan ekspektasi pengetatan moneter yang agresif, sehingga yen melemah dan pasangan ini sempat menguat kembali ke level mendekati 212,00.

Intinya: ketidakpastian kebijakan BoJ menciptakan volatilitas signifikan di pasar JPY, dan setiap sinyal hawkish/dovish langsung berdampak signifikan pada GBP/JPY.

Prospek Inflasi & Kebijakan Bank of England (BoE)

Sementara BoJ menjadi driver utama yen, perkembangan di Inggris turut memengaruhi sterling:

  • Penurunan biaya energi di Inggris melalui keputusan regulator Ofgem dipandang dapat meredakan tekanan inflasi domestik dalam beberapa bulan ke depan, yang berpotensi mengubah ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga Bank of England.
  • Jika inflasi Inggris melunak lebih cepat dari perkiraan, pasar bisa mulai memperkirakan peluang pemangkasan suku bunga oleh BoE, yang umumnya tekanan penurunan pada GBP relatif terhadap yen.

Dampaknya terhadap GBP/JPY: posisi rate expectations BoE versus BoJ menciptakan divergensi suku bunga yang kuat, semakin lemah prospek BoE, cenderung melemahkan GBP/JPY.

Sentimen Risiko Global & Pergerakan Safe-Haven

Sentimen pasar global tetap menjadi driver penting untuk yen, yang secara tradisional dipandang sebagai aset safe-haven:

  • Ketika ketidakpastian global meningkat, yen cenderung menguat karena permintaan safe-haven meningkat, memberi tekanan pada GBP/JPY.
  • Di sisi lain, jika pasar risiko membaik (risk-on), yen bisa melemah dan mendorong GBP/JPY naik.

Fundamental ini bersifat sentimen-driven dan sangat dipengaruhi oleh berita makro global seperti data ekonomi AS, perkembangan geopolitik, dan arah pasar saham.

Data Ekonomi Jepang yang Masih Fleksibel

Menurut data dasar ekonomi Jepang, inflasi inti Tokyo dan data produksi industri menunjukkan dinamika moderat, yang membuat BoJ berhati-hati dalam perubahan kebijakan.

Penguatan atau pelemahan data ekonomi Jepang sering menjadi trigger bagi trader untuk menilai kembali ekspektasi kebijakan moneter, dan ini berdampak langsung terhadap JPY.

Pergerakan Teknis yang Mencerminkan Reaksi Fundamental Pasar

Selain faktor fundamental ekonomi di atas, aksi harga GBP/JPY hari ini mencerminkan reaksi pasar atas seluruh faktor tersebut:

  • Pair bergerak di kisaran konsolidasi setelah rebound dari level support teknis sekitar 207,00–208,00.
  • Reaksi teknikal ini sejalan dengan ketidakpastian fundamental terkait arah BoJ dan BoE.

Kesimpulan

Pergerakan harga GBP/JPY pada 26 Februari 2026 sangat dipengaruhi oleh tiga hal utama:

  1. Ekspektasi kebijakan moneter Jepang — BoJ menjadi pivot terbesar hari ini.
  2. Prospek inflasi Inggris dan kebijakan BoE, yang menentukan kekuatan GBP.
  3. Sentimen risiko global, yang memengaruhi pergerakan safe-haven seperti yen secara keseluruhan.

Gabungan faktor fundamental ini menciptakan dinamika kuat yang membuat GBP/JPY bergerak dalam range sekitar 211–212 hari ini — dengan outlook tetap bergantung pada data lanjutan dan kebijakan moneter bank sentral di minggu mendatang.