https://www.javafx.news/– Putaran terbaru perundingan antara Amerika Serikat dan Iran belum menghasilkan kesepakatan final. Kedua pihak sepakat untuk melanjutkan pembahasan ke tahap berikutnya, meski pembicaraan kali ini disebut sebagai yang paling intens sejauh ini. Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, menyatakan ada kemajuan dalam dialog diplomatik, terutama terkait isu pencabutan sanksi AS dan langkah-langkah terkait program nuklir Iran.
Pertemuan yang berlangsung di Jenewa menunjukkan perkembangan yang cukup berarti. Pembahasan teknis lanjutan dijadwalkan berlangsung di Wina pekan depan, dengan Oman tetap berperan sebagai mediator. Menteri Luar Negeri Oman juga dijadwalkan bertemu pejabat tinggi AS di Washington untuk membahas kelanjutan proses ini.
Presiden Donald Trump menegaskan bahwa kesepakatan hanya bisa tercapai jika Iran berkomitmen tidak mengembangkan senjata nuklir. Washington disebut mengajukan tuntutan keras, termasuk penghancuran fasilitas nuklir utama Iran serta pengiriman uranium yang telah diperkaya. Selain itu, AS menginginkan perjanjian permanen tanpa batas waktu tertentu. Tuntutan ini mendapat penolakan dari Teheran. Isu utama dalam negosiasi tetap seputar program nuklir dan pengembangan rudal balistik Iran. Pemerintah Iran menegaskan haknya untuk memperkaya uranium demi kebutuhan energi domestik. Sementara itu, AS juga menekan Iran untuk menghentikan dukungan terhadap kelompok bersenjata di kawasan serta mengurangi tindakan represif di dalam negeri.
Ketegangan meningkat karena kehadiran militer AS yang lebih besar di Timur Tengah dan peringatan keras dari Washington jika tidak tercapai kesepakatan. Para analis memperingatkan risiko konflik militer terbuka apabila diplomasi gagal, yang dapat memicu ketidakstabilan kawasan dan berdampak pada pasar energi global.
Dari sisi ekonomi, hasil pembicaraan ini berpotensi memengaruhi harga minyak. Harga minyak mentah sempat melemah tipis karena pelaku pasar menunggu kejelasan arah kebijakan AS terhadap Iran. Jika ketegangan mereda dan OPEC+ meningkatkan produksi, harga minyak berpotensi turun. Namun, jika konflik meningkat dan mengganggu pasokan, harga minyak bisa bertahan tinggi dalam jangka lebih lama.
Para trader dan investor terus memantau perkembangan perundingan AS – Iran, karena sewaktu-waktu dapat menjadi katalis penggerak pasar. Harga emas yangs ensitif terhadap isu geopolitik, bergerak dalam range yang terbatas. Kenaikan harga emas tampak masih tertahan dibawah $5200 – 5250. Sementara harga minyak dunia (USOIL) juga bergerak konsolidasi antara $64 – 67 /barel.




