“Pergerakan besar mungkin sedang disiapkan market. Yen tertekan, Pound menguat, dan sekarang pasangan GBP/JPY berada di area yang sangat krusial. Jika level ini ditembus, market bisa bergerak jauh lebih cepat dari yang diperkirakan trader.”
Javafx.co.id – Berikut artikel dan berita ekonomi terbaru yang menjadi faktor fundamental pergerakan pasangan mata uang GBP/JPY pada 13 Maret 2026. Analisis ini dapat digunakan sebagai referensi konten trading atau laporan market.
Pasangan mata uang GBP/JPY menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi pada perdagangan pertengahan Maret 2026. Pergerakan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor fundamental utama seperti kebijakan bank sentral, kondisi ekonomi Inggris dan Jepang, serta sentimen global akibat ketegangan geopolitik.
Berikut faktor-faktor yang paling mempengaruhi pergerakan GBP/JPY saat ini:
Ekspektasi Kebijakan Suku Bunga Bank of England
Salah satu faktor utama yang mendukung penguatan Pound adalah perubahan ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga dari Bank of England.
Beberapa lembaga keuangan besar memperkirakan bahwa pemangkasan suku bunga kemungkinan akan ditunda hingga pertengahan 2026 karena inflasi masih relatif tinggi, terutama akibat kenaikan harga energi global.
Jika suku bunga tetap tinggi lebih lama, maka:
- Pound Sterling cenderung menguat
- GBP/JPY berpotensi bergerak naik
Selain itu, pasar mulai mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat sehingga memberikan dukungan bagi Pound terhadap Yen.
Kebijakan Moneter Jepang dan Kelemahan Yen
Di sisi lain, Yen Jepang masih berada di bawah tekanan akibat kebijakan moneter dari Bank of Japan yang relatif longgar dibandingkan bank sentral lain.
Ekonomi Jepang juga menghadapi beberapa tantangan seperti:
- pertmbuhan ekonomi yang lemah
- inflasi yang belum stabil
- tekanan terhadap daya beli masyarakat
Hal ini membuat Yen cenderung melemah di pasar global.
Jika Yen terus melemah, maka pasangan GBP/JPY biasanya akan bergerak naik.
Konflik Geopolitik dan Kenaikan Harga Energi
Ketegangan geopolitik global, terutama konflik di Timur Tengah, meningkatkan harga energi dunia seperti minyak mentah.
Lonjakan harga energi ini meningkatkan risiko inflasi di Inggris sehingga membuat bank sentral lebih berhati-hati dalam menurunkan suku bunga.
Namun, ketegangan geopolitik juga bisa meningkatkan permintaan terhadap aset safe haven seperti Yen Jepang.
Artinya dampaknya bisa dua arah terhadap GBP/JPY tergantung pada sentimen pasar.
Baca Juga: GBPJPY Mau Terbang? Ini Rahasia Kekuatan Pound Hari Ini
Data Ekonomi Inggris
Kinerja ekonomi Inggris juga menjadi faktor penting dalam pergerakan Pound.
Beberapa indikator yang diperhatikan pasar antara lain:
- GDP Inggris
- data tenaga kerja
- PMI manufaktur dan jasa
- neraca perdagangan
Jika data ekonomi Inggris kuat, maka Pound biasanya akan menguat karena investor memperkirakan suku bunga tetap tinggi lebih lama.
Sebaliknya, data ekonomi yang lemah dapat menekan nilai Pound.
Sentimen Risk-On dan Risk-Off Pasar Global
Pasangan GBP/JPY dikenal sebagai risk sentiment pair.
Karena:
- Pound dianggap mata uang berisiko
- Yen adalah mata uang safe haven
Ketika pasar global berada dalam kondisi risk-on, investor cenderung menjual Yen dan membeli mata uang lain sehingga GBP/JPY naik.
Sebaliknya, dalam kondisi risk-off, investor mencari keamanan pada Yen sehingga GBP/JPY bisa turun.
Kesimpulan Fundamental
Pergerakan GBP/JPY pada 13 Maret 2026 dipengaruhi oleh kombinasi faktor berikut:
- Ekspektasi suku bunga Bank of England yang cenderung tetap tinggi.
- Kebijakan moneter longgar dari Bank of Japan yang melemahkan Yen.
- Kenaikan harga energi akibat konflik geopolitik global.
- Data ekonomi Inggris yang mempengaruhi kekuatan Pound.
- Sentimen risk-on atau risk-off di pasar global.
Kombinasi faktor tersebut membuat pasangan GBP/JPY tetap menjadi salah satu pair dengan volatilitas tinggi di pasar forex.
Buka Akun Trading:
diJAVAaja




