Franc Swiss Stabil di Level Tinggi, GDP dan PCE AS Jadi Sorotan

0
34

Javafx.co.id– Franc Swiss diperdagangkan di sekitar level 0,78 terhadap Dolar AS dan tetap bertahan dekat dengan level tertinggi sepanjang sejarah. Kekuatan mata uang ini didorong oleh meningkatnya minat investor terhadap aset safe-haven di tengah ketidakpastian geopolitik global yang masih tinggi.

Eskalasi konflik di Timur Tengah yang terus berlanjut dipandang sebagai ancaman bagi perekonomian global karena berpotensi meningkatkan tekanan inflasi sekaligus memperbesar kemungkinan suku bunga tetap tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama.

Meskipun Bank Nasional Swiss (SNB) telah memberi sinyal kesiapan untuk melakukan intervensi di pasar valuta asing guna menahan penguatan mata uang, franc tetap menunjukkan ketahanan. Bank sentral khawatir apresiasi yang terlalu kuat di tengah kondisi pasar yang penuh risiko dapat memicu tekanan deflasi terhadap ekonomi domestik. Saat ini, inflasi di Swiss masih sangat rendah, yakni sekitar 0,1%, yang berada di batas bawah target inflasi SNB sebesar 0–2%.

Di sisi lain, perhatian pasar pada sesi Amerika malam ini juga tertuju pada rilis data penting dari Amerika Serikat, termasuk revisi GDP kuartal keempat serta laporan Personal Consumption Expenditures (PCE). Data GDP sebelumnya tercatat tumbuh sekitar 1,4%, dan revisi terbaru diperkirakan sedikit meningkat mendekati 1,5%. Sementara itu, indeks PCE—yang menjadi indikator inflasi favorit Federal Reserve—diperkirakan menunjukkan kenaikan sekitar 0,3% secara bulanan dengan tingkat tahunan mendekati 2,9%, masih berada di atas target inflasi bank sentral sebesar 2%.

Jika data inflasi kembali menunjukkan tekanan harga yang tinggi, hal tersebut berpotensi memperkuat Dolar AS karena pasar dapat menilai bahwa Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan suku bunga ketat lebih lama. Sebaliknya, jika data menunjukkan perlambatan inflasi, sentimen pasar dapat berubah dan menekan kekuatan Dolar AS.

Buka Akun Trading
diJAVAaja