Emas naik tajam , Buyer siap gas di harga bawah

0
43

Javafx.co.id-Harga emas naik hampir 2% menjadi $4.790 per ons pada hari Rabu, sekaligus mencapai level tertinggi sejak 19 Maret. Kenaikan ini dipicu oleh meredanya ketegangan geopolitik setelah Amerika Serikat dan Iran menyepakati gencatan senjata selama dua minggu, yang turut menurunkan kekhawatiran terhadap inflasi akibat lonjakan harga energi.

Presiden Donald Trump menyatakan bahwa Washington telah menyetujui penghentian serangan sementara dan menerima proposal 10 poin yang dinilai “dapat dijalankan” dari Iran sebagai dasar negosiasi. Di sisi lain, Teheran berkomitmen menjaga Selat Hormuz tetap terbuka untuk menjamin kelancaran jalur pelayaran global. Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, juga menegaskan bahwa jalur aman di perairan utama tersebut akan tetap tersedia selama periode gencatan senjata, yang kemudian memicu penurunan tajam harga minyak mentah.

Baca juga : harga emas-rebound-potensi kenaikan lanjutan menguji 4800

Turunnya harga energi ini mendorong investor untuk menyesuaikan kembali ekspektasi suku bunga, khususnya untuk tahun 2026. The Federal Reserve kini diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pada level saat ini, membalikkan kekhawatiran sebelumnya bahwa tekanan inflasi dapat memicu kenaikan suku bunga lebih lanjut. Sejalan dengan itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS ikut melemah, yang pada akhirnya menekan nilai dolar AS (greenback) dan memberikan dukungan tambahan bagi harga emas.

Meski demikian, daya tarik emas sebagai aset lindung nilai cenderung terbatas dalam lingkungan suku bunga tinggi karena tidak memberikan imbal hasil. Bahkan, sejak konflik Iran dimulai pada 28 Februari, harga emas batangan tercatat telah turun lebih dari 8%. Minimnya aksi beli lanjutan saat ini juga menunjukkan bahwa pelaku pasar, khususnya pembeli XAU/USD, masih bersikap hati-hati sebelum mengantisipasi potensi kenaikan harga yang lebih lanjut.

Buka akun trading
diJAVAaja