Korea Selatan pada Minggu mengonfirmasi angka penambahan kasus COVID-19 tertinggi sejak Maret, seiring dengan penularan yang terjadi pada klaster jemaat gereja di Ibu Kota Seoul yang menghadiri pula aksi unjuk rasa.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea Selatan (KCDC) melaporkan sebanyak 397 kasus infeksi baru per Sabtu (22/8) tengah malam.
Jumlah itu meningkat dari hari sebelumnya, sebanyak 332 kasus, dan menandai sepekan lebih penambahan kasus baru dalam tiga digit.
Dengan kasus baru tersebut, hingga saat ini Korea Selatan mencatatkan total 17.