Dolar Australia melemah setelah data CPI tahunan China naik di bawah perkiraan, di tengah ketidakpastian kebijakan Reserve Bank of Australia (RBA). Sementara itu, dolar AS masih memanfaatkan data tenaga kerja mingguan, di tengah kehati-hatian pasar menjelang data NFP AS.
Dolar Australia melemah terhadap Dolar AS pada Jumat, setelah rilis data ekonomi penting China, mitra dagang utama Australia yang buruk, yang kembali menekan pasangan AUDUSD untuk sesi ketiga berturut-turut.
Indeks Harga Konsumen (CPI) China naik 0,8% untuk tingkat tahunan pada Desember, naik dari 0,7% pada November, namun masih di bawah perkiraan pertumbuhan 0,9%. Pada tingkat bulanan, CPI naik 0,2%, dari data di November -0,1%. Sementara itu, Indeks Harga Produsen (PPI) tahunan China hanya tumbuh 1,9% pada Desember, turun dari laporan sebelumnya di 2,2%.
Sebelumnya, Indeks Harga Konsumen (CPI) Australia di November yang beragam membuat outlook kebijakan Bank Sentral Australia (RBA) menjadi tidak pasti. Sehingga pasar akan mencari petunjuk pada laporan CPI triwulanan yang akan dirilis akhir bulan ini sebagai panduan langkah kebijakan RBA berikutnya.
Wakil Gubernur RBA Andrew Hauser mengatakan pada Kamis bahwa data inflasi November sesuai dengan perkiraan. Hauser menambahkan bahwa pemotongan suku bunga tidak mungkin terjadi dalam waktu dekat.
AUDUSD saat ini diperdagangkan di sekitar level 0.6693. Membuka perdagangan di akhir ini dari level 0.6697, AUDUSD sentuh level bawah intraday di 0.6680, relatif jauh di atas level bawah minggu ini.




