GBP/JPY (Pound Inggris vs Yen Jepang) bergerak pada level sekitar 212,4 pada sesi perdagangan hari ini, dipengaruhi oleh kombinasi faktor ekonomi global dan domestik dari Inggris dan Jepang. Pergerakan ini bukan hanya soal angka teknikal, tapi dipicu oleh berita ekonomi besar yang mencerminkan kondisi fundamental masing-masing negara.
1. Data Inflasi Inggris Lebih Kuat dari Perkiraan
Rilis data inflasi Inggris Desember 2025 menunjukkan angka CPI (Inflasi Harga Konsumen) tahunan 3,3% yang lebih tinggi dari bulan sebelumnya. Peningkatan ini menandakan tekanan harga masih ada di perekonomian Inggris dan bisa memengaruhi kebijakan moneter Bank of England (BoE).
- Inflasi inti yang lebih tinggi bisa membuat pasar mempertimbangkan pemangkasan suku bunga lebih lambat dari perkiraan semula.
- Ekspektasi pemangkasan suku bunga BoE berkurang, memberikan sentimen positif terhadap Pound Sterling (GBP).
Efeknya ke GBP/JPY: GBP cenderung menguat terhadap mata uang lain ketika inflasi tetap tinggi dan risiko pemotongan suku bunga berkurang.
2. Yen Jepang Tetap Volatil karena Ketidakpastian Politik dan Pasar
Di sisi lain, Yen Jepang (JPY) masih menjadi salah satu faktor kunci dalam pergerakan GBP/JPY. Beberapa isu fundamental yang memengaruhi JPY:
- Ketidakpastian Politik di Jepang
Perdana Menteri Jepang mengumumkan pembubaran parlemen dan rencana pemilu umum pada 8 Februari 2026, yang memicu volatilitas besar di pasar. Kebijakan fiskal yang agresif (termasuk janji pemotongan konsumsi pajak makanan) menekan kepercayaan investor terhadap yen karena peningkatan kekhawatiran defisit dan utang pemerintah.
- Kenaikan Yield Obligasi Jepang
Yield obligasi Jepang jangka panjang melonjak ke level tertinggi dalam beberapa dekade akibat kekhawatiran fiskal dan kebijakan pemerintah, yang berpotensi melemahkan yen lebih lanjut karena return yang lebih menarik di aset berdenominasi lain.
- Spekulasi Kebijakan Bank of Japan (BoJ)
Bank of Japan diperkirakan akan menahan suku bunga pada meeting terbaru, tetapi pasar terus menilai kemungkinan kenaikan suku bunga lebih cepat jika inflasi terus meningkat atau yen melemah tajam.
3. Dampak Pasar Global: Risiko Geopolitik & Sentimen Safe-Haven
Selain data ekonomi domestik UK dan Jepang, sentimen pasar global turut memengaruhi GBP/JPY:
✅ Ketegangan geopolitik global seperti ancaman tarif dari AS dan konflik perdagangan memperkuat aset safe-haven seperti yen dan franc di beberapa periode. Namun saat ini, risiko tersebut justru memperlemah yen karena potensi pelemahan ekonomi Jepang dan ekspektasi bantuan moneter.




