“Trader GBPJPY wajib waspada! Divergensi kebijakan BoJ dan BoE ini bisa jadi sinyal awal pergerakan brutal!”
Berikut artikel & berita ekonomi ter-update (24 Februari 2026) yang menjelaskan faktor-faktor fundamental utama yang sedang memengaruhi pergerakan harga GBP/JPY hari ini dari kebijakan moneter, kondisi makro, hingga dinamika pasar global.
Analisis Fundamental GBP/JPY — 24 Februari 2026
Sentimen Moneter: Ekspektasi Rate Cut dari Bank of England
Pasangan GBP/JPY saat ini menunjukkan bias negatif karena pasar semakin memperkirakan Bank of England (BoE) akan segera memangkas suku bunga, kemungkinan pada pertemuan mendatang di Maret. Ekspektasi easing ini muncul setelah data ekonomi Inggris yang relatif datar dan penurunannya inflasi yang mulai mereda.
Dampaknya:
Penurunan suku bunga yang diperkirakan membuat Pound Sterling (GBP) cenderung melemah terhadap mata uang lain, termasuk terhadap Yen Jepang (JPY), sehingga menekan pasangan GBP/JPY.
Bank of Japan (BoJ) & Yen: Permintaan Safe-Haven dan Risiko Yen
Meskipun BoJ masih mempertahankan kebijakan moneter ultra-longgar, ada data dan sentimen yang membuat Yen Jepang menguat sementara ini:
- Permintaan safe-haven meningkat pasca beberapa keputusan pengadilan AS dan peristiwa global, yang membuat investor beralih ke Yen.
- Rencana kenaikan suku bunga oleh BoJ semakin dipertimbangkan oleh pasar, memberi tekanan pada cross rate GBP/JPY.
Dampaknya:
Yen yang menguat cenderung menekan GBP/JPY turun, terutama ketika risiko global naik atau data ekonomi luar negeri mereda.
Data Makro Inggris yang Beragam
- Beberapa indikator ekonomi Inggris menunjukkan tanda-tanda kontraksi atau konsolidasi:
Data penjualan ritel Inggris sempat menunjukkan pertumbuhan positif (+1,8% pada Januari), tapi volatilitas masih tinggi. - Kalender ekonomi hari ini relatif “sepi”, membuat GBP kurang momentum baru.
Dampaknya:
Data makro yang tidak kuat cenderung memperkuat ekspektasi rate cut BoE → memberi tekanan pada GBP/JPY.
Risiko Global & Sentimen Pasar
- Sentimen global juga menjadi faktor non-fundamental tetapi sangat berpengaruh:
Pasar yang risk-off (menghindari risiko) menguntungkan Yen sebagai mata uang safe-haven. - Ketidakpastian geopolitik dan volatilitas pasar saham memperkuat aliran modal ke aset aman, termasuk Yen.
Dampaknya:
Tren risk-off biasanya melemahkan GBP/JPY, karena GBP cenderung berkorelasi positif dengan pasar risiko global.
Kesimpulan
Pada 24 Februari 2026, fundamental kuat yang memengaruhi pergerakan GBP/JPY adalah:
- Ekspektasi penurunan suku bunga BoE yang menekan GBP.
- Penguatan Yen sebagai aset aman, terutama saat data global dan sentimen risiko berubah.
- Data makro Inggris yang kurang konsisten, mengurangi daya tarik GBP.
- Sentimen global dan keputusan pasar risiko, yang memperkuat JPY terhadap mata uang berisiko seperti GBP.
Intinya:
Tekanan fundamental saat ini masih lebih besar di sisi melemahnya GBP vs menguatnya JPY, sehingga pasangan GBP/JPY cenderung bergerak sideways sampai sedikit bearish dalam jangka pendek, tergantung data ekonomi terbaru berikutnya dan pernyataan moneter BoE/BoJ.




