“Lonjakan harga energi bukan cuma soal inflasi , ini bisa jadi bom waktu buat kebijakan moneter Jepang. Kalau biaya impor makin mahal, Bank of Japan bisa makin sulit menaikkan suku bunga secara agresif.”
Berikut artikel & berita ekonomi fundamental terbaru yang jadi faktor utama penggerak harga GBP/JPY pada 2 Maret 2026:
Bank of Japan (BoJ) → Sinyal Kenaikan Suku Bunga Terus Berlanjut
Bank of Japan Deputy Governor Ryozo Himino mengonfirmasi bahwa BoJ berencana melanjutkan kenaikan suku bunga, meskipun tanpa jadwal pasti, karena inflasi yang mendekati target 2 % masih stabil. Hal ini menunjukkan BoJ tetap hawkish, yang cenderung menguatkan yen Jepang dan memberi tekanan teknikal pada pasangan GBP/JPY.
Kenapa penting?
Kenaikan suku bunga meningkatkan imbal hasil aset ber-denominasi yen, membuat yen lebih menarik secara relatif → GBP/JPY berpotensi melemah.
Risiko Ekonomi dan Geopolitik Global → Tekanan pada Yen & Pasar
Konflik geopolitik di Timur Tengah (terutama antara Iran & AS) memicu risiko di pasar global. Sudah dilaporkan bahwa harga minyak melonjak, dan Japan sangat tergantung pada impor energi, ini bisa memicu stagflasi (pertumbuhan melambat + inflasi naik), yang nantinya dapat mempersulit kebijakan moneter BoJ dan menahan laju kenaikan suku bunga.
Akibatnya:
- Yen sempat melemah karena berisiko kena dampak negatif impor energi
- Namun risiko stagflasi bisa membuat bank sentral berhati-hati dalam kebijakan → pasar jadi sangat sensitif terhadap data terbaru
Tekanan Inflasi & Ekspektasi Kebijakan BoJ
Anggota dewan BoJ yang hawkish menegaskan pentingnya menjaga fokus pada risiko inflasi dan kemungkinan pengetatan bertahap di masa depan, sambil tetap menghindari volatilitas pasar yang berlebihan. Ini mendukung ekspektasi kenaikan suku bunga berkelanjutan dari BoJ.
Dampak pada GBP/JPY:
- Ekspektasi suku bunga Jepang naik → Yen cenderung lebih kuat
- GBP/JPY berpotensi menguji support lebih rendah jika ekspektasi itu menguat
BoJ Mempertimbangkan Data Ekonomi Sebelum Keputusan Kebijakan
Gubernur BoJ Kazuo Ueda menyatakan bahwa keputusan kenaikan suku bunga akan tergantung sepenuhnya pada data ekonomi terbaru, termasuk inflasi & hasil negosiasi upah. Pasar melihat pertemuan kebijakan BoJ berikutnya di 18–19 Maret sebagai momentum penting untuk arah yen.
📌 Artinya:
Pasar kini pricing in (menghitung probabilitas) kenaikan suku bunga lebih cepat, yen cenderung menguat terhadap pound.
Bank of England (BoE) Lebih Dovish → Tekanan pada Pound Sterling
Berita terbaru menunjukkan BoE kemungkinan akan melakukan penurunan suku bunga karena inflasi Inggris turun, sedangkan tingkat pengangguran naik. BoE tampak lebih dovish (cenderung melonggarkan), yang melemahkan pound.
Efeknya pada GBP/JPY:
- Pound lebih lemah terhadap mata uang utama → tekanan lanjutan ke GBP/JPY
- Divergensi kebijakan antara BoE (lembut) dan BoJ (lebih ketat) bisa menambah volatilitas
Kesimpulan Utama:
GBP/JPY pada 2 Maret 2026 dipengaruhi oleh:
- Kebijakan moneter BoJ tetap hawkish → menguatkan yen
- Bank of England dovish → melemahkan pound
- Geopolitik global → menambah volatilitas pasar mata uang
Secara fundamental, kombinasi yen lebih kuat + pound lebih lemah = tekanan downside pada GBP/JPY dalam jangka pendek.




