Javafx.co.id– Harga emas bergerak cenderung melemah setelah kehilangan momentum kenaikan dalam beberapa sesi terakhir. Minimnya katalis baru yang mendukung kenaikan, ditambah dengan penguatan dolar AS dan meningkatnya imbal hasil obligasi pemerintah AS, membuat minat beli terhadap logam mulia mulai berkurang.
Dari sisi fundamental, tekanan terhadap emas muncul setelah ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter Amerika Serikat kembali berubah. Pelaku pasar menilai Federal Reserve kemungkinan akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama jika inflasi masih berada di atas target. Kondisi ini biasanya kurang menguntungkan bagi emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil, sehingga menjadi kurang menarik dibandingkan aset berbunga.
Selain itu, penguatan Dolar Amerika Serikat juga turut menekan harga emas. Ketika dolar menguat, emas menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain, sehingga permintaan cenderung menurun. Di sisi lain, kenaikan imbal hasil US Treasury menambah tekanan karena investor beralih ke instrumen yang menawarkan return lebih tinggi.
Meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran, termasuk serangan yang menyasar fasilitas energi di kawasan, masih menopang permintaan terhadap aset safe haven seperti emas. Meski demikian, mulai munculnya spekulasi di pasar mengenai kemungkinan meredanya konflik membuat potensi kenaikan harga emas menjadi lebih terbatas.
Permintaan terhadap Emas kembali menunggu hasil dari data utama tenaga kerja AS ( NFP ) pada besok malam , disertai dengan data retail AS , penguatan terhadap kedua data tersebut , cenderung menekan harga Emas kembali lebih dalam.
Buka Akun Trading:
diJAVAaja




