• Central Banks
    • Federal Reserve
    • European Central Bank
    • Bank Of England
    • Bank Of Japan
    • Bank of Canada
    • People’s Bank Of China
    • Swiss National Bank
    • Reserve Bank of Australia
  • Currencies
    • EURUSD
    • USDJPY
    • GBPUSD
    • USDCHF
    • AUDUSD
    • USDCAD
    • NZDUSD
    • USDIDR
  • Commodities
    • GOLD
    • SILVER
    • US Crude OIL
  • Education
  • Videos
    • Beginner Tutorial
    • Advanced Tutorial
    • Expert Tutorial
  • Introducing Broker
  • Webinar & Events
Search
LogoNewsPaper
Tuesday, February 10, 2026
  • Kalender Ekonomi G7
  • Live Rates
  • Price Action
  • Market Sentiment
  • Covid-19 Reports
Facebook
Instagram
Twitter
Vimeo
Youtube
Logo
  • Central Banks
    • Federal Reserve
    • European Central Bank
    • Bank Of England
    • Bank Of Japan
    • Bank of Canada
    • People’s Bank Of China
    • Swiss National Bank
    • Reserve Bank of Australia
  • Currencies
    • EURUSD
    • USDJPY
    • GBPUSD
    • USDCHF
    • AUDUSD
    • USDCAD
    • NZDUSD
    • USDIDR
  • Commodities
    • GOLD
    • SILVER
    • US Crude OIL
  • Education
  • Videos
    • Beginner Tutorial
    • Advanced Tutorial
    • Expert Tutorial
  • Introducing Broker
  • Webinar & Events
Home Analisa Teknikal Data “Current Account” Australia Kuartal Kedua Turun, Aussie Melemah
  • Analisa Teknikal
  • Daily Forex

Data “Current Account” Australia Kuartal Kedua Turun, Aussie Melemah

By
Michael Yudi
-
04/09/2018 10:11 AM
0
359
Facebook
Twitter
Pinterest
WhatsApp

    JAVANEWS – Pada pukul 08.30 WIB, Biro Statistik Australia merilis data “Current Account”, yaitu data selisih nilai antara barang dan jasa yang diimpor dan diekspor, layanan, arus pendapatan, dan transfer sepihak selama kuartal sebelumnya. Hal ini terkait langsung dengan permintaan mata uang dimana peningkatan permintaan mata uang menunjukkan bahwa orang asing membeli lebih banyak mata uang domestik untuk melakukan transaksi di negara tersebut.

    Data ini dirilis tiga bulanan, sekitar 60 hari setelah kuartal berakhir. Dimana dampaknya jika “Aktual” lebih besar dari “Prakiraan’” baik untuk mata uang. Dan hasil aktualnya ada penurunan dari perkiraan di level -11.1B turun  menjadi -13.5B, dengan data sebelumnya di level -11.7B.  Penurunan data ini dapat mendorong pelemahan mata uang dollar Australia. Pairs AUDUSD diprediksi akan terdorong melemah kearah support satu (S1) pivot di level 0.71767.

    • TAGS
    • Analisa
    • AUDUSD
    • Australia
    • Australian Dollar
    • Berita
    • Berita JavaFx
    • current account
    • Forex
    • RBA
    • Reserve Bank of Australia
    • signal trading
    Facebook
    Twitter
    Pinterest
    WhatsApp
      Previous articleAnalisa Harian Forex AUDUSD, 4 September 2018
      Next articleDolar AS Berusaha Menguat Saat Perang Tarif Baru China
      Michael Yudi
      Michael Yudi

      RELATED ARTICLESMORE FROM AUTHOR

      Yield Treasury naik jelang Fed meeting

      Yield Obligasi AS Bergerak Naik Seiring Investor Nantikan Data Ekonomi Utama

      Yen Terpuruk Lebih Jauh Menjelang Pemilu Jepang

      Dolar Australia Tersungkur, Greenback Menguat Jelang Keputusan RBA

      © Java Global Futures