Javafx.news – Indeks Harga Konsumen (CPI) Amerika Serikat diperkirakan naik sebesar 3,3% secara tahunan (year-on-year) pada bulan Maret, meningkat tajam akibat kenaikan harga energi. Inflasi inti tahunan (core CPI) diperkirakan naik tipis menjadi 2,7%.
Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika Serikat akan merilis data Indeks Harga Konsumen (CPI) untuk bulan Maret pada hari Jumat. Laporan ini diperkirakan menunjukkan lonjakan inflasi yang didorong oleh kenaikan harga minyak mentah setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Secara bulanan, CPI diperkirakan naik sebesar 0,9%, setelah sebelumnya naik 0,3% pada bulan Maret, sementara secara tahunan diperkirakan mencapai level tertinggi sejak Mei 2024, yaitu 3,3%, dari sebelumnya 2,4% pada bulan Februari. Sementara itu, core CPI—yang tidak memasukkan harga makanan dan energi yang volatil—diperkirakan mencapai 0,3% secara bulanan dan 2,7% secara tahunan.
Sejak pecahnya konflik di Timur Tengah pada 28 Februari, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) telah naik sekitar 40%, meskipun sempat mengalami penurunan tajam setelah pengumuman gencatan senjata dua minggu antara AS dan Iran awal pekan ini. Sepanjang bulan Maret, WTI naik hampir 50%, dari sekitar $67 per barel hingga mendekati $100 pada akhir bulan.
Menjelang rilis data inflasi, analis TD Securities menyatakan bahwa kenaikan harga minyak mentah baru-baru ini akan menjadi faktor utama di balik lonjakan CPI sebesar 0,9% secara bulanan. Secara tahunan, inflasi diperkirakan melonjak hampir 1 poin persentase menjadi 3,3% pada bulan Maret—level tertinggi dalam dua tahun. Singkatnya, data inflasi bulan Maret kemungkinan tidak akan memicu reaksi pasar yang besar, karena fokus utama pasar masih tertuju pada krisis AS-Iran serta dampaknya terhadap harga minyak.
Dampak Inflasi terhadap harga emas (GOLD)
Skenario Utama: Inflasi Tinggi → Gold Bisa Turun (Short Term)
Kenapa?
Inflasi tinggi → pasar ekspektasi:
The Fed bisa tahan suku bunga tinggi lebih lama
Atau bahkan naikkan suku bunga lagi
➡️ Dampaknya:
Yield obligasi naik
USD menguat
Gold (yang tidak beri bunga) jadi kurang menarik
👉 Hasil: Gold cenderung turun

Saat ini GOLD masih cenderung naik dengan batasan harga atas di $4850.00an yang menjadi resistance saat harga mencoba naik pada hari Rabu. Jika harga emas turun dibawah $4700 akan menguatkan dominasi Seller yang bisa mendorong penurunan kearah $4649.00an




