“Data CPI Inggris baru aja rilis pada hari rabu kemarin… dan hasilnya mengecewakan. Sekarang pertanyaannya, GBPJPY siap breakdown… atau justru jebakan sebelum rebound?”
Pada tanggal 20 Februari 2026, pasangan GBP/JPY diperdagangkan sekitar level 208-209. Indikasi ini menunjukkan bahwa sentimen untuk GBP/JPY masih berada dalam fase konsolidasi atau tekanan jual moderat menjelang rilis data ekonomi penting hari ini.
Faktor Fundamental yang Mempengaruhi GBP/JPY ;
Ekonomi Inggris & Pound Sterling (GBP)
Soft data UK terbaru menunjukkan tekanan pada mata uang Pound:
- Pertumbuhan upah melemah dan tingkat pengangguran meningkat, yang membuat pasar semakin memperkirakan Bank of England (BoE) akan menurunkan suku bunga dalam beberapa bulan ke depan. Hal ini cenderung melemahkan GBP, karena ekspektasi suku bunga turun mengurangi daya tarik aset berimbal hasil tinggi.
- Selain itu, sentimen konsumen Inggris dilaporkan rendah dengan confidence yang stagnan di level terendah dua tahun, menambah tekanan terhadap prospek ekonomi domestik.
Implikasi: Tekanan kelemahan pada GBP dari sisi ekonomi domestik membuat GBP/JPY berpotensi terkoreksi lebih jauh jika data berikutnya tetap mengecewakan.
Jepang & Japanese Yen (JPY)
Faktor di sisi Jepang juga memainkan peran kunci:
- Bank of Japan (BoJ) kini dipandang kemungkinan menaikkan suku bunga menjadi 1 % pada akhir Juni 2026 setelah langkah kenaikan terakhir, meskipun masih dovish dibandingkan bank sentral besar lainnya. Ekspektasi ini menambah permintaan atas JPY, terutama di tengah potensi perbaikan kondisi ekonomi domestik.
- Namun di sisi lain, Jepang mencatat pertumbuhan ekonomi yang sangat moderat, dengan data GDP yang lebih rendah dari ekspektasi, sehingga masih mendorong ekspektasi BoJ tetap akomodatif di jangka pendek.
Implikasi: Ketidakpastian arah kebijakan BoJ membuat JPY bergerak lebih olatile terhadap data makro, yang bisa membuat GBP/JPY lebih olatile di sesi ini.
Sentimen Risiko & Permintaan Safe Haven
Selain data ekonomi:
- Permintaan untuk safe-haven currency seperti JPY masih menjadi katalis penting jika pasar global menunjukkan gejolak atau risiko meningkat. Di masa risiko global menguat, investor sering beralih dari aset GBP dan mata uang berimbal hasil ke JPY, sehingga menekan GBP/JPY.
- Sebaliknya, jika sentimen risiko membaik karena ekspektasi pertumbuhan global atau data UK yang positif, bisa memberikan ruang bagi GBP/JPY untuk rebound. Namun sampai pagi ini, sentimen masih terasa hati-hati.
Ekspektasi Kebijakan Moneter & Yield Differential
Pergerakan GBP/JPY tidak lepas dari perbedaan arah kebijakan moneter BoE vs BoJ:
- Di satu sisi, BoE mendapatkan tekanan untuk memangkas suku bunga karena data ekonomi yang lemah, mengurangi imbal hasil Pound. Di sisi lain, BoJ dipandang mulai mengubah kebijakan ultra longgar, yang bisa memperkuat JPY.
Perbedaan ekspektasi ini berdampak langsung pada yield differential antara Inggris dan Jepang, yang merupakan faktor fundamental penting dalam menentukan arah jangka menengah GBP/JPY.
Kesimpulan Faktor Fundamental GBP/JPY 20 Februari 2026
Tekanan Bearish pada GBP/JPY:
✔️ Data UK yang mengecewakan → ekspektasi suku bunga turun
✔️ Sentimen konsumen Inggris yang lemah
✔️ Permintaan safe-haven menguat → yen lebih kuat
Potensi Penguatan GBP/JPY:
✔️ Ekspektasi BoJ menaikkan suku bunga jangka menengah → yen kurang dovish aplikasi jangka Panjang
✔️ Data ekonomi Jepang kurang mengejutkan → pasar masih memandang arah kebijakan divergen
Outlook Hari Ini
Dengan data ekonomi utama dari UK dan Jepang di depan mata, volatilitas GBP/JPY diperkirakan tinggi sepanjang sesi perdagangan hari ini. Trader forex disarankan memperhatikan rilis data tenaga kerja UK, inflasi, serta statement BoJ yang bisa memberikan katalis kuat terhadap pergerakan pasangan ini.




