Divergensi BOE vs BOJ: Kunci Arah GBPJPY Hari Ini

0
7

Terjadi divergensi kebijakan antara Bank of England dan Bank of Japan yang bikin volatilitas meningkat dan arah market jadi lebih selektif.


Berita Ekonomi Terkini – Faktor Fundamental yang Mempengaruhi GBP/JPY (30 Januari 2026);

1. Pound Inggris Dekati Level Tertinggi Multi-Tahun

Sterling (GBP) masih dekat level tertinggi beberapa tahun terhadap dolar AS, dipengaruhi oleh pelemahan greenback akibat ketidakpastian kebijakan ekonomi AS dan kebijakan fiskal global. Fokus pasar kini tertuju pada keputusan Bank of England (BoE) dan dinamika politik dalam negeri Inggris β€” yang semuanya berdampak kuat pada sentimen GBP.

πŸ“Œ Impak ke GBP/JPY: Sterling yang relatif kuat memberi tekanan naik pada GBP/JPY, terutama ketika mata uang yen tidak menunjukkan penguatan signifikan pada waktu yang sama.

2. Bank of Japan (BoJ) Menjaga Suku Bunga Stabil

Bank of Japan mempertahankan suku bunga acuan di 0,75% dan mempertegas sikap moneter yang berhati-hati meskipun inflasi tetap meningkat. Minutes rapat terakhir menunjukkan bahwa pembuat kebijakan BoJ melihat yen yang lemah dan ketidakseimbangan pasar tenaga kerja sebagai faktor penting dalam menentukan waktu kenaikan suku bunga lanjutan.

πŸ“Œ Impak ke GBP/JPY: Kebijakan moneter yang lebih dovish dari BoJ cenderung melemahkan yen (JPY) relatif terhadap GBP, menambah bias bullish pada pasangan GBP/JPY.

3. Laporan Inflasi Jepang β€” Sentimen Tekanan Harga

Yen saat ini dipengaruhi oleh pandangan BoJ bahwa inflasi yang dipengaruhi oleh yen lemah mulai berdampak lebih besar, termasuk pada biaya tenaga kerja dan harga barang β€” sehingga mendukung kemungkinan kenaikan suku bunga lebih cepat jika kondisi terus menguat.

πŸ“Œ Impak ke GBP/JPY: Potensi kenaikan suku bunga BoJ dapat memperkecil pelemahan yen, tetapi sentimen saat ini masih lebih menguat pada pound vs yen.

4. Data Ekonomi Jepang (IHK, Pengeluaran, Produksi)

Data ekonomi Jepang per 30 Januari menunjukkan angka inflasi inti dan produksi industri yang bervariasi, termasuk data inflasi inti Tokyo yang lebih rendah dari prediksi dan penurunan penjualan ritel bulan sebelumnya. Sementara data pengangguran tetap stabil, beberapa indikator aktivitas ekonomi masih menunjukkan kondisi yang tidak terlalu kuat.

πŸ“Œ Impak ke GBP/JPY: Data ekonomi Jepang yang lemah/bervariasi sering mendorong ekspektasi bahwa BoJ akan mempertahankan kebijakan mudah lebih lama, yang pada gilirannya bisa memicu pelemahan JPY dan mendorong GBP/JPY lebih tinggi.

πŸ“Š Faktor Fundamental yang Masih Menggerakkan GBP/JPY Hari Ini;

πŸ“ 1) Kebijakan Moneter Saluran Divergensi BoE vs BoJ

  • BoE sedang dipantau dekat keputusan suku bunga dan prospek masa depan, sementara BoJ masih mempertahankan suku bunga rendah β€” menciptakan interest rate differential (selisih imbal hasil) yang biasanya mendukung kenaikan GBP/JPY.

πŸ“ 2) Sentimen Risiko Global & Mata Uang Safe Haven

  • Yen sering kali menguat saat terjadi ketidakpastian global sebagai safe haven, tetapi sentimen pasar saat ini masih lebih condong ke risiko global yang mendukung mata uang berimbal hasil lebih tinggi seperti GBP β€” sehingga menjadi bullish untuk GBP/JPY.

πŸ“ 3) Penguatan Pound akibat Data Fundamental Inggris

  • Pound yang relatif kuat secara global (terutama terhadap AS) karena data ekonomi yang solid dan outlook BoE yang hati-hati membuat GBP lebih menarik dibandingkan yen.

πŸ“ 4) Data Ekonomi Jepang yang Mixed

  • Indikator harga & produksi yang kurang konsisten meningkatkan spekulasi bahwa BoJ tidak akan cepat menaikkan suku bunga, menjaga tekanan pada JPY dan menambah bias bullish relatif terhadap GBP.


πŸ“Œ Ringkasan Singkat;

πŸ‘‰ Bullish GBP/JPY:

βœ” Pound mendekati level tinggi multi-tahun βœ” BoE diperkirakan mempertahankan kebijakan dovish hati-hati βœ” Yen tetap kalah daya tarik karena kebijakan BoJ yang longgar

πŸ‘‰ Potensi Volatilitas:

⚠ Ekspektasi perubahan kebijakan moneter dari BoJ (potensi hike suku bunga) atau berita besar dari BoE/ECB bisa mengubah arah dengan cepat.