Dolar Australia Tersungkur, Greenback Menguat Jelang Keputusan RBA

0
11

Dolar Australia melemah ke kisaran USD 0,69 pada hari Senin, memangkas penguatan yang terjadi pada pekan sebelumnya. Pelemahan ini dipicu oleh menguatnya dolar AS setelah Presiden Donald Trump mencalonkan Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed berikutnya.

Pasar memandang Kevin Warsh sebagai sosok yang cenderung hawkish, dengan potensi kebijakan moneter yang lebih ketat ke depan. Sentimen tersebut mendorong penguatan dolar AS dan pada akhirnya menekan pergerakan dolar Australia.

Meski demikian, tekanan terhadap dolar Australia relatif terbatas seiring meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Reserve Bank of Australia (RBA). Mayoritas pelaku pasar memperkirakan RBA akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 3,85% pada hari Selasa mendatang. Jika terealisasi, langkah ini akan menjadi kenaikan suku bunga pertama dalam lebih dari dua tahun, yang ditujukan untuk meredam tekanan inflasi yang masih bertahan.

📊 Rilis Data Ekonomi Australia:

  • Monthly Inflation Gauge mencatat kenaikan 0,2% pada Januari 2026, melambat signifikan dibandingkan 1% pada Desember, sekaligus menjadi tingkat inflasi bulanan terendah sejak Agustus 2025.
  • ANZ-Indeed Job Ads meningkat 4,4% secara bulanan pada Desember, menandai kenaikan pertama sejak Juli dan menjadi pertumbuhan bulanan paling kuat sejak Februari 2022.