Dolar Tertekan, Data NFP Jadi Sorotan Utama

0
32

Indeks dolar AS (DXY) berfluktuasi di bawah 97.00 pada hari Rabu, menahan kerugian tadi malam karena investor mengambil posisi menjelang laporan pekerjaan (NFP) Januari yang tertunda.

Ekonomi AS diperkirakan telah menambah 70.000 pekerjaan bulan lalu, setelah kenaikan 50.000 pada bulan Desember, sementara tingkat pengangguran diperkirakan tetap stabil di 4,4%. Angka yang lebih lemah dari perkiraan dapat semakin menekan sentimen risiko, terutama setelah data penjualan ritel yang dirilis Selasa secara tak terduga stagnan, menunjukkan tekanan yang meningkat pada konsumen berpenghasilan rendah dan menengah.

Dolar juga menghadapi hambatan dari kekhawatiran atas permintaan asing terhadap aset AS menyusul laporan bahwa regulator Tiongkok menyarankan lembaga keuangan untuk membatasi kepemilikan obligasi pemerintah AS. Langkah ini memperkuat pandangan bahwa investor mungkin beralih dari aset berdenominasi dolar ke tempat aman dan pasar negara berkembang. Sementara itu, Menteri Perdagangan Howard Lutnick mengatakan pada hari Selasa bahwa dolar didorong lebih tinggi secara artifisial oleh negara-negara lain yang berupaya meningkatkan ekspor ke AS.

Selasa malam dirilis data retail sales atau penjualan ritel AS bulan Januari yang hasilnya menunjukan penurunan ;

Core Retail Sales m/m;

πŸ“‰ Previous : 0.5 %
πŸ“ˆ Forecast : 0.4 %
🧾 Actual : 0.0 %

Retail Sales m/m

πŸ“‰ Previous : 0.6 %
πŸ“ˆ Forecast : 0.4 %
🧾 Actual : 0.0 %

Data dirilis memberi tekanan untuk dolar AS, namun penurunan dolar masih tertahan seiring para investor lebih menunggu data-data ekonomi utama minggu ini seperti NFP dan CPI