Drama Inggris + Ancaman BoJ! GBPJPY Masuk Fase Bahaya!

0
37

“Satu sisi penuh drama politik. Satu sisi ancaman kenaikan suku bunga. Di tengah-tengahnya? GBPJPY yang mulai kehilangan pijakan.”



Javafx.co.idBerikut artikel berita dan analisa ekonomi terkini (27 Februari 2026) yang menjelaskan faktor-faktor fundamental paling berpengaruh terhadap pergerakan pasangan mata uang GBP/JPY, termasuk dinamika yang sedang mendorong pasar saat ini:



GBP/JPY Turun ke Zona 210,00 – Faktor Fundamental Penyebabnya

Pergerakan GBP/JPY pada perdagangan Jumat, 27 Februari 2026, menunjukkan aksi jual berlanjut setelah beberapa hari berturut-turut. Level harga bergerak mendekati 210,00 yen per GBP, mundur lebih dari 200 pip dari puncak dua minggu di atas 212,00. Kondisi ini mencerminkan kekhawatiran pelaku pasar terhadap kombinasi kondisi ekonomi makro dan kebijakan moneter global.

Ketidakpastian Kebijakan Bank of Japan (BoJ)

Bank of Japan menjadi fokus utama sentimen pasar karena sinyal perubahan arah kebijakan suku bunga. Pada tanggal 26 Februari, gubernur BoJ menyatakan bahwa keputusan suku bunga akan bergantung pada data ekonomi dan perkembangan inflasi Jepang, yang memberikan dukungan bagi yen karena pasar mulai memperkirakan kenaikan suku bunga lebih cepat.


Selain itu, rekomendasi dari mantan anggota BoJ menyebutkan bahwa apabila yen terus melemah, kemungkinan bank sentral menaikkan suku bunga pada rapat Maret semakin besar guna menahan depresiasi dan menekan inflasi impor.


Dampak ke GBP/JPY: Ekspektasi kenaikan suku bunga cenderung menguatkan yen, sehingga menekan pasangan GBP/JPY karena yen menjadi lebih menarik.




Dramatis Politik dan Ekonomi Inggris Melemahkan GBP

Pound Inggris mengalami tekanan akibat ketidakpastian politik domestik di Inggris, yang berdampak negatif pada sentimen risiko terhadap GBP. Ketika GBP melemah terhadap mata uang utama lain seperti EUR (misalnya EUR/GBP naik), maka secara tidak langsung memberikan tekanan ekstra terhadap GBP/JPY.

Dampak ke GBP/JPY: Sentimen negatif terhadap GBP mengurangi daya tarik Pound, sehingga memperbesar tekanan jual pada GBP/JPY.




Sentimen Safe-Haven & Aliran Modal ke Yen

Yen Jepang dipandang sebagai safe haven saat adanya ketidakpastian global. Berita geopolitik, ketegangan pasar saham global, dan pergerakan dolar AS turut mendorong permintaan yen sebagai aset lindung nilai. Ini semakin memperkuat yen di tengah pasar yang mencari instrumen aman.


Dampak ke GBP/JPY: Kenaikan permintaan terhadap yen sebagai safe-haven mengakselerasi pergerakan turun GBP/JPY.




Data Ekonomi Jepang yang Mendukung Yen

Data ekonomi Jepang menunjukkan hasil IHK, penjualan ritel, dan indikator lainnya cenderung lebih kuat dari ekspektasi, memperkuat prospek kenaikan suku bunga. Hal ini meningkatkan ekspektasi pasar terhadap prospek kebijakan moneter yang lebih ketat.


Dampak ke GBP/JPY: Yen yang diperkuat oleh data domestik yang solid akan secara teknikal menarik kurs silang khususnya terhadap GBP.





Kalender Ekonomi dan Faktor Teknis

Selain faktor besar di atas, beberapa rilis data ekonomi lain juga sedang dipantau pasar dan bisa menambah volatilitas GBP/JPY, misalnya:

  • Produksi Mobil Inggris turun signifikan – memberi tekanan pada GBP.
  • Penjualan ritel Jepang dan indikator ekonomi lainnya yang relevan.

Dampak ke GBP/JPY: Data ekonomi yang buruk untuk GBP atau kuat untuk JPY akan memperkuat tren penurunan pasangan ini.




Outlook Pasar:

Selama ekspektasi kebijakan moneter divergen antara BoJ dan BoE tetap melekat, dan ketidakpastian politik Inggris belum mereda, tekanan jual di GBP/JPY berpotensi berlanjut.