Emas Duduki Tahta Tertinggi Baru, Setelah Menembus Level 4550

0
63

Setelah berhasil menembus ke atas level 4550, emas kembali menjadi topik pembahasan pekan ini dengan menduduki Harga tertinggi sepanjang masa di level 4601, di awal perdagangan minggu ini di sesi Asia. Risiko geopolitik yang masih berkepanjangan dan spekulasi pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve (Fed) menyusul data tenaga kerja AS di akhir pekan kemarin yang cukup positif, menjadi aktor dibalik penguatan logam mulia ini sebagai aset safe haven.

Harga emas mencapai rekor tertinggi baru sepanjang masa di level 4601 setelah harga berhasil menembus level tertinggi sebelumnya yang dicapai pada 26 Desember 2025. XAUUSD saat ini diperdagangkan di sekitar level 4568, sedikit mengalami koreksi, namun masih relatif jauh di atas level 4550 selama sesi Asia awal pada Senin.

XAUUSD perpanjang kenaikan di tengah permintaan safe-haven dan ekspektasi pemangkasan suku bunga AS setelah data tenaga kerja AS di akhir pekan kemarin. Laporan ketenagakerjaan AS yang beragam menambah ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Fed. Data Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) pada Jumat menunjukkan Nonfarm Payrolls (NFP) AS naik sebesar 50.000 di Desember, mengikuti kenaikan 56.000 pada November, meski masih di bawah proyeksi sebesar 60.000. Sementara tingkat Pengangguran AS turun menjadi 4,4% di Desember dari 4,6% pada November.

Dari faktor geopolitik, pada hari Minggu, CNN melaporkan bahwa Presiden AS Donald Trump tengah mempertimbangkan serangkaian opsi militer di Iran menyusul protes mematikan di negara tersebut. Berbagai sumber mengatakan Trump mempertimbangkan tindaklanjut ancamannya baru-baru ini untuk menyerang rezim Iran jika rezim tersebut menggunakan kekuatan mematikan terhadap warga sipil. 

Selain itu, Inggris (UK) dan Jerman sedang membahas rencana untuk meningkatkan kehadiran militer mereka di Greenland guna menunjukkan kepada Trump bahwa benua tersebut serius dalam hal keamanan Arktik. Langkah ini diambil setelah penangkapan mantan Presiden Nicolas Maduro oleh pasukan AS pekan lalu. Ketidakpastian dan risiko geopolitik di seluruh dunia telah meningkatkan permintaan terhadap aset safe-haven tradisional seperti emas.