Teori Elliot Wave

Pada tahun 1920-an, seseorang bernama Ralph Nelson Elliott menerbitkan sebuah buku berjudul The Wave Principle (Prinsip Gelombang). Dalam buku ini terdapat analisa bursa saham selama 75 tahun, dikombinasikan dengan bukti-bukti untuk mendukung teorinya bahwa pasar bergerak dalam siklus-siklus yang repetitif.

Ia menamakan ayunan naik dan ayunan turun dalam harga sebagai “gelombang” dan menjelaskan bahwa ayunan-ayunan ini terjadi karena pengaruh dari luar serta psikologi investor.

Teori Elliott ini memiliki kesamaan dengan Teori Dow bahwa harga bergerak dalam gelombang. Namun Elliott berhasil memberikan penjelasan dan analisa yang lebih mendetail mengenai gelombang-gelombang pergerakan harga ini.

KONSEP DASAR

Elliott membuat prediksi pergerakan harga pasar berdasarkan karakter unik yang ia temukan dalam pola gelombangnya. Sebuah gelombang impulsif, yang bergerak bersama dengan tren utama, selalu menunjukkan lima gelombang dalam polanya. Dalam skala yang lebih kecil, di dalam tiap gelombang impulsif, lima gelombang dapat ditemukan lagi. Dan di pola yang lebih kecil tersebut, lima gelombang juga terjadi dan terus berulang.

Di dalam pasar keuangan, setiap aksi menciptakan reaksi berlawanan yang sama seiring dengan naik turunnya harga diikuti oleh pergerakan berlawanan setelahnya. Pergerakan harga terbagi menjadi tren, koreksi, atau pergerakan sideways. Tren merupakan arah utama dari pergerakan harga sedangkan koreksi bergerak berlawanan dengan tren. Elliott memberikan sebutan bagi pergerakan tersebut dengan impulsive dan corrective.

 

POLA DASAR TEORI GELOMBANG ELLIOTT

Elliot menunjukkan pada kita bahwa pasar trending bergerak dalam “pola gelombang 5 – 3” (5-3 wave pattern). Ia menomeri gelombang-gelombang ini dari satu sampai 5, dimana angka-angka ganjil disebut impuls (impulse) dan angka genap disebut koreksi (correction). Berikut adalah sebuah contoh:

Dengan jelas kita dapat melihat terdapat lima gelombang yang terpisah. Angka ganjil, 1,3, dan 5 semuanya bergerak mengikuti tren, sedangkan angka genap, 2 dan 4, bergerak melawan tren.

Setelah 5 tren menaik ini, biasanya ada pembalikan yang disebut counter trend, yang bisa anda lihat dengan jelas pada gambar di bawah ini:

Elliot menyatakan dalam teorinya bahwa terdapat 21 pola ABC korektif (seperti terlihat di gambar), bervariasi dari yang sederhana hingga yang rumit. Kita tidak perlu menghafalnya di luar kepala, namun penting bagi pelaku pasar untuk mengerti tiga formasi dasar, yaitu: zig-zag, datar, dan segitiga.

 

FORMASI ZIG-ZAG

Formasi zig zag adalah suatu formasi yang mempunyai pergerakan harga yang cukup curam. Pergerakan curam ini biasanya melawan tren yang dominan. Berikut adalah beberapa sifat-sifat yang sering ditemukan dalam formasi zig-zag:

– Gelombang B biasanya mempunyai panjang terpendek dibandingkan A dan C.

– Garis zig-zag ini dapat terjadi dua atau tiga kali dalam sebuah koreksi.

FORMASI FLAT

Pada tipe formasi ini, gelombang-gelombangnya biasanya mempunyai panjang yang sama. Gelombang B akan berlawanan arah dengan gelombang A, sedangkan gelombang C akan berlawanan arah dengan gelombang B. Mereka tidak selalu mempunyai panjang yang sama, terkadang gelombang B bisa lebih panjang dari gelombang A.

FORMASI TRIANGLE

Formasi triangle adalah sebuah pola korektif dimana pola tersebut dibatasi oleh dua trend line yang saling mendekat atau saling menjauh. Formasi segitiga dibentuk dari 5 gelombang yang bergerak melawan tren dalam gerakan menyamping. Segitiga-segitiga ini bisa menurun, naik, meluas, atau simetris.

Perhatian: Semua gelombang ini berlaku juga untuk tren menurun, anda tinggal membaliknya. Teori Gelombang Elliot berlaku untuk pasar bullish dan bearish.

Konsep dibalik Teori Gelombang Elliot adalah pelaku pasar harus mempunyai kemampuan untuk mengidentifikasi gelombang secara benar. Dengan membangun kemampuan yang sangat berguna ini, kita dapat dengan cepat melihat serta mengenali gelombang-gelombang di pasar dan mengevaluasi sisi pasar mana yang harus kita tentukan untuk diperdagangkan, apakah harus membuka posisi panjang atau pendek.

3 ATURAN UTAMA DARI TEORI GELOMBANG ELLIOTT

Ketika dalam menganalisa pasar dan mencoba untuk melabeli gelombang-gelombang, ada 3 aturan utama yang tidak bisa kita tinggalkan dan ubah. Jika terjadi sebuah kesalahan dalam melabeli gelombang, maka konsekuensinya bisa jadi sangat berbahaya.

  1. Gelombang 3 TIDAK PERNAH menjadi gelombang impuls terpendek
  2. Gelombang 2 TIDAK PERNAH melewati permulaan dari gelombang 1
  3. Gelombang 4 TIDAK PERNAH berpotongan dengan daerah harga yang sama dengan gelombang 1 

RANGKAIAN KATEGORI-KATEGORI GELOMBANG

Teori Gelombang Elliott menetapkan rangkaian gelombang dengan nama yang berbeda-beda. Diurutkan dari yang terbesar hingga yang terkecil, gelombang-gelombang tersebut adalah:

  • ·Grand Supercycle
  • ·Supercycle
  • ·Cycle
  • ·Primary
  • ·Intermediate
  • ·Minor
  • ·Minute
  • ·Minuette
  • ·Sub-Minuette

Karena gelombang bisa terdapat dalam gelombang lainnya, kita dapat mengidentifikasi kategori mana yang anda lihat melalui nama-nama di atas.

Untuk menggunakan Teori Gelombang Elliott dalam perdagangan sehari-hari, seorang pelaku pasar harus menetapkan gelombang mana yang akan menjadi gelombang utama atau supercycle, lalu membuka posisi panjang atau pendek seiring dengan mendekatnya akhir dari sebuah pola dan pembalikan sudah di ujung mata.