Emas berhasil rebound dari kemarin setelah catat rekor tertinggi sepanjang masa baru, bersamaan dengan ekspektasi pemangkasan suku bunga Fed yang menyeimbangkan meningkatnya Risk Appetite menjelang rilis Indeks Harga PCE AS, meskipun masih berada di bawah rekor tertinggi sepanjang masa yang dicapai pada Rabu.
Emas melanjutkan rebound dari sekitar level 4770 dan naik ke level tertinggi intraday baru selama sesi awal Eropa pada Kamis di level 4838 dan saat ini berada di sekitar level 4825. Bullion pada perdagangan Rabu mencatat kenaikan signifikan dan menyentuh level tertinggi terbaru sepanjang masa di level 4888.
Penguatan logam mulia ini tidak lepas dari dolar AS yang kesulitan memanfaatkan pergerakan positif hari sebelumnya di tengah spekulasi tentang dua kali pemotongan suku bunga tambahan oleh Federal Reserve AS (Fed) pada 2026, yang dianggap sebagai faktor kunci yang mendukung pergerakan harga emas yang tidak menghasilkan imbal hasil.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menarik ancamannya untuk memberlakukan tarif tambahan terhadap delapan negara Eropa dan menyingkirkan opsi untuk merebut Greenland dengan paksa. Hal ini memicu gelombang baru perdagangan risiko global dan menjadi hambatan bagi emas sebagai aset safe-haven.
Sementara itu, para pelaku pasar tampak sedikit menahan diri untuk tidak mengambil posisi menjelang data Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) AS yang akan dirilis hari ini. Core PCE Price Index AS diperkirakan tidak mengalami perubahan atau stabil di 0.2%, angka yang sama dari laporan bulan lalu.
Jika data Core PCE naik melampaui ekspektasi, mendakan inflasi inti masih kuat. Ini menjadi sinyal bahwa inflasi belum mereda cukup cepat, sehingga kemungkinan The Fed tidak akan menurunkan suku bunga dalam waktu dekat atau bahkan mempertahankan kebijakan moneter yang ketat. Skenario ini akan mendorong dolar AS untuk menguat dan emas berpotensi kembali melemah.
Sebaliknya, jika Core PCE menurun, hal ini dapat meningkatkan ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh the Fed yang berimbas pada dolar AS kembali melemah dan emas berpotensi melanjutkan kenaikannya.




