Emas Masih Cukup Solid, Meski Data NFP Redam Ekspektasi Pelonggaran Fed

0
53

Emas yang sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi di hampir dua pekan, terpaksa menghadapi urbulensi hebat menyusul rilis data ketenagakerjaan AS yang lebih kuat dari ekspektasi. Data Nonfarm Payrolls (NFP) menunjukkan penambahan sekitar 130 ribu tenaga kerja pada Januari, melampaui proyeksi pasar. Tingkat pengangguran turun ke 4,3%, sementara pertumbuhan upah tahunan stabil di 3,7%. Data ini memperkuat gambaran bahwa pasar tenaga kerja AS masih cukup solid.

Reaksi pasar langsung terlihat pada penyesuaian ekspektasi suku bunga. Probabilitas The Fed menahan suku bunga pada Maret meningkat signifikan, mendekati 95%. Sejumlah pejabat The Fed juga menegaskan bahwa kebijakan saat ini sudah berada di kisaran netral dan masih perlu waktu untuk memastikan inflasi kembali ke target 2%.

Penambahan lapangan kerja yang solid, penurunan tingkat pengangguran, serta stabilnya pertumbuhan upah memperlihatkan bahwa pasar tenaga kerja masih berada dalam kondisi yang relatif sehat. Kondisi ini membuat, emas, sebagai aset non-yielding, tertekan karena berkurangnya peluang pelonggaran moneter dalam waktu dekat. Namun pelemahan relatif terbatas, dengan harga masih bertahan di atas area 5.050.

Pandangan bahwa tekanan inflasi berpotensi bertahan semakin menguat, sehingga bank sentral memiliki ruang untuk mempertahankan suku bunga di level saat ini lebih lama. Bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil, ekspektasi suku bunga tinggi yang bertahan lebih lama menjadi faktor penekan karena meningkatkan daya tarik aset berbasis yield seperti obligasi.

Meski demikian, pelemahan emas tidak berlangsung agresif. Dolar AS memang sempat menguat pasca data NFP, tetapi penguatannya terbatas karena pelaku pasar masih memperkirakan adanya dua kali pemangkasan suku bunga tahun ini, kemungkinan dimulai pada pertengahan tahun. Selama ekspektasi pelonggaran tersebut belum sepenuhnya hilang dan imbal hasil riil tidak melonjak signifikan, tekanan turun pada emas cenderung tertahan.

Selain itu, ketidakpastian terkait kebijakan dan isu independensi bank sentral turut menjaga minat terhadap aset safe haven, sehingga membantu menopang harga dan ke depannya, arah emas akan sangat dipengaruhi oleh data inflasi AS berikutnya. Jika inflasi kembali menunjukkan perlambatan, narasi pemangkasan suku bunga dapat menguat kembali dan membuka ruang kenaikan harga emas.

Sebaliknya, jika inflasi tetap tinggi atau meningkat, pasar dapat semakin menunda ekspektasi pelonggaran moneter, yang berpotensi membatasi penguatan emas dalam jangka pendek. Secara fundamental, kondisi saat ini mencerminkan fase konsolidasi dengan kecenderungan stabil hingga menguat moderat, selama prospek pelonggaran kebijakan tahun ini tetap terjaga dan risiko global belum mereda sepenuhnya.

Secara fundamental, emas saat ini berada dalam fase konsolidasi dengan tekanan jangka pendek akibat data tenaga kerja yang solid. Namun, selama pasar masih mengantisipasi pemangkasan suku bunga tahun ini dan ketidakpastian global tetap tinggi, downside cenderung terbatas. Harga emas saat ini konsolidasi di sekitar level 5.050 dengan bias Bullish dan masih mempertahankan tren kenaikan di pekan kedua Februari. [ahmdy]