Emas Masih Konsolidasi, Waspadai Potensi Koreksi Turun Kembali

0
54

Harga emas (Gold) menguat hingga melewati level $5.047 per ounce pada hari Senin, mencatatkan posisi tertinggi dalam lebih dari satu minggu terakhir. Penguatan ini didorong oleh pelemahan dolar AS, sementara pelaku pasar masih menunggu rilis sejumlah data ekonomi penting dari Amerika Serikat yang berpotensi memberikan petunjuk lebih jelas mengenai arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.

Perhatian investor tertuju pada laporan tenaga kerja AS yang akan dirilis pada hari Rabu, yang diperkirakan menunjukkan kondisi pasar kerja mulai bergerak stabil. Selain itu, rilis data inflasi pada hari Jumat juga menjadi agenda utama yang akan menentukan sentimen pasar.

Presiden The Fed San Francisco, Mary Daly, pada Jumat lalu menyampaikan bahwa pemangkasan suku bunga satu hingga dua kali kemungkinan diperlukan untuk menjaga kekuatan pasar tenaga kerja.

Dari sisi permintaan global, Bank Sentral China kembali memperpanjang aksi pembelian emasnya pada bulan Januari, mencatatkan pembelian selama 15 bulan berturut-turut, yang mengindikasikan permintaan institusional masih tetap solid.

Di sisi geopolitik, pasar turut mencermati perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran, setelah kedua negara sepakat melanjutkan pembicaraan minggu ini guna menurunkan ketegangan serta mencegah potensi konflik militer.