GBP/JPY Volatil Tinggi! Politik Jepang & Kebijakan BoE Jadi Kunci

0
29

Pasangan mata uang GBP/JPY mengalami fluktuasi signifikan pada perdagangan hari ini, dipengaruhi oleh kombinasi faktor ekonomi dan geopolitik dari Inggris, Jepang, serta kondisi pasar global.

1. Ketidakpastian Politik dan Pelemahan Yen Jepang

Sentimen pasar terhadap Japanese Yen (JPY) tetap menjadi salah satu faktor dominan yang memengaruhi GBP/JPY hari ini. Yen telah melemah tajam mendekati level terendah dalam 18 bulan terhadap mata uang utama lainnya, termasuk terhadap dolar AS, akibat kekhawatiran pasar atas kebijakan fiskal dan politik Jepang. Spekulasi bahwa Perdana Menteri Sanae Takaichi akan membubarkan parlemen dan mengadakan snap election pada akhir Februari telah mendorong ekspektasi stimulus fiskal lebih lanjut, yang pada gilirannya melemahkan Yen. Menteri Keuangan Jepang telah mengeluarkan pernyataan yang memperingatkan kemungkinan intervensi pasar jika pelemahan berlangsung terlalu cepat, namun hingga kini pasar belum melihat langkah konkret dari otoritas Tokyo.

Sentimen ini membuat investor FX cenderung menjual Yen (JPY), menekan nilai pasangan GBP/JPY secara teknikal untuk bergerak lebih tinggi.



2. Kondisi Ekonomi Jepang yang Berubah

Selain faktor politik, data ekonomi Jepang terbaru menunjukkan perlambatan inflasi wholesale, dengan harga barang di tingkat produsen meningkat lebih lambat pada Desember 2025. Permintaan impor juga menunjukkan tanda-tanda tekanan karena yen yang lemah, meskipun harga bahan bakar yang lebih rendah membantu sebagian menekan biaya produksi. Bank of Japan telah menaikkan suku bunga ke 0,75%, tertinggi dalam tiga dekade, tetapi yen masih tetap rentan terhadap penguatan global karena ekspektasi pengetatan lebih lanjut yang bervariasi.


3. Prospek Data Ekonomi Inggris

Di sisi Pound (GBP), pelaku pasar menantikan rilis data ekonomi Inggris (termasuk angka GDP bulanan) yang diperkirakan akan menunjukkan pertumbuhan 0,1% di akhir 2025 setelah kontraksi sebelumnya. Realisasi angka GDP yang sesuai atau lebih baik dapat memperkuat sterling terhadap mata uang lain, termasuk JPY dalam jangka pendek. Namun, data konstruksi dan indikator harga barang perusahaan juga harus diperhatikan karena membantu mencerminkan momentum ekonomi Inggris terkini.


4. Kebijakan Moneter BoE vs BoJ

Perbedaan kebijakan moneter antara Bank of England (BoE) dan Bank of Japan (BoJ) terus memainkan peran penting. Pasar saat ini masih menimbang kapan BoE akan menyesuaikan suku bunga—ada ekspektasi pelonggaran di masa mendatang jika data ekonomi Inggris melemah—sementara BoJ tetap berhati-hati menavigasi jalur pengetatan setelah menormalkan kebijakan moneter. Ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh BoE di masa depan menambah tekanan pada GBP, yang secara historis bisa membuat pergerakan GBP/JPY lebih volatil jika dikonfirmasi oleh data ekonomi selanjutnya.



5. Sentimen Risiko Global

Selain faktor ekonomi domestik, kondisi pasar saham global dan risk appetite pelaku pasar turut memengaruhi GBP/JPY. Tekanan pada saham bank dan sektor teknologi di Amerika Serikat serta ketegangan geopolitik memberi dampak pada aliran modal ke aset yang lebih aman seperti Yen pada beberapa sesi sebelumnya, menjadikan pasangan GBP/JPY lebih sensitif terhadap sentimen global.


Kesimpulan Fundamental Hari Ini

GBP/JPY bergerak dinamis karena:

  • Yen Jepang melemah kuat akibat spekulasi snap election, stimulus fiskal, dan kekhawatiran utang negara.
  • Data ekonomi Jepang & kebijakan BoJ masih lemah/berubah, memberi peluang volatilitas lanjut.
  • Prospek pertumbuhan Inggris dan ekspektasi kebijakan BoE menjadi fokus data terbaru yang dirilis hari ini.
  • Sentimen risiko global ikut mendukung pergeseran arus modal dan nilai tukar.


Pergerakan pasangan GBP/JPY hari ini bukan hanya dipengaruhi oleh satu indikator, tetapi merupakan hasil interaksi dinamis antara data makroekonomi, kebijakan moneter, dan sentimen politik global.