GBPJPY di ujung tanduk.
Bukan karena chart⦠tapi karena tekanan fundamental Jepang & Inggris lagi saling dorong. Salah posisi dikit, bisa jadi korban volatilitas.
π Analisa Fundamental & Berita Ekonomi yang Memengaruhi GBP/JPY (28 Januari 2026)
π¦ 1. Bank of Japan (BoJ) Minutes dan Kebijakan Suku Bunga Jepang
Bank of Japan (BoJ) merilis minutes pertemuan Desember 2025 yang menunjukkan bahwa para pengambil kebijakan masih mempertimbangkan kenaikan suku bunga lebih lanjut karena yen yang lemah mendorong tekanan inflasi lewat biaya impor yang lebih tinggi. Walaupun BoJ sudah menaikkan suku bunga ke level tertinggi dalam 30 tahun, anggota dewan menekankan bahwa kenaikan tambahan akan bergantung pada data inflasi dan kondisi ekonomi yang lebih luas. Pasar kini menilai kemungkinan BoJ meningkatkan suku bunga lagi pada kuartal berikutnya.
β‘οΈ Dampak ke GBP/JPY:
Prospek pengetatan moneter BoJ (kenaikan suku bunga) cenderung menguatkan Yen, yang secara teknikal menekan pasangan GBP/JPY bila semua hal lain sama.
π± 2. Spekulasi Intervensi Yen & Sentimen Dollar AS
Pasar forex pada bulan ini dipenuhi oleh spekulasi tentang kemungkinan intervensi yen, baik oleh otoritas Jepang maupun koordinasi dengan pihak lain, untuk menahan pelemahan drastis JPY terhadap USD. Hal ini juga berkorelasi dengan pelemahan Dolar AS, yang sebelumnya jatuh ke level terendah beberapa bulan, membuat fokus para pelaku pasar tertuju pada pasar mata uang Asia dan Asia-Pasifik.
Korelasi ini penting karena USD/JPY yang melemah juga sering menarik permintaan carry trade yen β yang pada akhirnya membantu menguatkan JPY terhadap mata uang lain termasuk GBP dalam jangka pendek.
β‘οΈ Dampak ke GBP/JPY:
Spekulasi intervensi dan yen yang menguat terhadap USD bisa memperlemah GBP/JPY secara teknikal karena JPY adalah currency quote dalam pasangan ini.
π 3. GBP Mendapat Dukungan dari Sterling dan Data Pasar FX Lain
Selain sentimen di pasar Jepan dan AS, GBP juga memiliki momentum tersendiri. Sterling sempat menguat terhadap Dolar US di sesi sebelumnya setelah DXY melemah akibat komentar terkait intervensi pasar. GBP/USD bergerak lebih kuat, yang artinya nilai GBP relatif meningkat terhadap beberapa mata uang utama.
β‘οΈ Dampak ke GBP/JPY:
Penguatan GBP terhadap USD β terutama saat Dolar melemah β memberikan support bullish jangka pendek pada GBP/JPY selama tekanan pada JPY tidak mendominasi.
π§ 4. Agenda Ekonomi Global & Rilis Data Makro Hari Ini
Menurut kalender ekonomi global pada 28 Januari 2026, beberapa agenda penting yang dapat memengaruhi pergerakan mata uang utama dan cross seperti GBP/JPY termasuk:
- Publikasi minutes Bank of Japan, yang diikuti oleh evaluasi sentimen pasar.
- Rilis keputusan suku bunga dan konferensi pers Federal Reserve AS (FOMC) yang sangat mempengaruhi ekspektasi suku bunga global dan berdampak pada mata uang berimbal hasil (yield currencies).
Data semacam ini sering menjadi market movers besar bagi volatilitas cross FX seperti GBP/JPY.
π Kesimpulan Fundamental β GBP/JPY 28 Jan 2026
π’ Bullish/-Support GBP/JPY
β Sterling masih terlihat relatif kuat terhadap Dolar, memberi support pada GBP/JPY.
β
Sentimen pasar yang mencari yield positif masih mendukung aset berdenominasi GBP.
π΄ Bearish/-Risiko Tekanan GBP/JPY
β οΈ Prospek pengetatan moneter BoJ (kenaikan suku bunga lanjutan) dapat menguatkan Yen, menekan GBP/JPY.
β οΈ Spekulasi intervensi yen menambah risiko volatilitas ekstrim di cross FX yang melibatkan JPY.
π Outlook Pasar Hari Ini
GBP/JPY diperkirakan masih bergerak volatil karena kombinasi antara:
- Dinamika kebijakan suku bunga BoJ dan FOMC
- Sentimen risiko pasar global
- Rumor intervensi pasar mata uang
Jika pasar melihat yen semakin kuat, GBP/JPY berpotensi menghadapi tekanan korektif. Sebaliknya, jika GBP tetap mendapat dukungan kuat dari sentimen dukungan mata uang global dan penguatan pasar risiko, ada ruang untuk resilient bullish trend, khususnya pada timeframe intraday.




