Pergerakan pasangan mata uang GBP/JPY pada 27 Januari 2026 dipengaruhi oleh dinamika kuat di pasar valuta global, terutama terkait sentimen terhadap Yen Jepang (JPY). Menjelang pembukaan sesi Asia, cross ini sempat turun hampir 1% dan berfluktuasi di kisaran sekitar 210.40–211.00, karena meningkatnya spekulasi bahwa otoritas Jepang mungkin akan melakukan intervensi pasar untuk mendukung Yen menguat dan membatasi pelemahan yang berkepanjangan.
Spekulasi ini muncul setelah Bank of Japan (BoJ) menahan suku bunga pada pertemuan terakhir namun memperingatkan kemungkinan tindakan lanjutan jika tekanan pasar semakin kuat, sehingga mendorong permintaan terhadap Yen sebagai mata uang safe-haven.
➡️ Implikasi Fundamental: Ketika JPY menguat terhadap mata uang lain termasuk GBP dalam jangka pendek, maka nilai GBP/JPY cenderung turun karena denominator (JPY) menambah kekuatan relatifnya terhadap Pound. Intervensi valas seringkali memicu volatilitas tajam di pair-pair berbasis Yen.
Pound Inggris Mencoba Bertahan di Tengah Data Ekonomi Domestik
Sementara tekanan pada Yen terlihat kuat, sterling (GBP) sendiri menunjukkan sinyal fundamental yang sedikit beragam menjelang data ekonomi utama:
- Ekspektasi inflasi jangka pendek Inggris meningkat, menurut survei Citi/YouGov yang menunjukkan ekspektasi inflasi naik ke tertinggi sejak Oktober — ini dapat menopang Pound di tengah pasar yang memperkirakan BoE lebih berhati-hati dalam pemangkasan suku bunga.
- Kinerja sektor bisnis Inggris lebih kuat dari ekspektasi, dengan PMI S&P Global mencatat ekspansi aktivitas yang kuat dan retail sales menguat pada Desember, mencerminkan momentum konsumen yang lebih baik dari sebelumnya.
- Bank of England (BoE) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan awal Februari, meskipun pasar masih memandang kemungkinan pemangkasan suku bunga pada Maret sebagai besar, tetapi tidak sebulat sebelumnya.
➡️ Implikasi Fundamental: Sentimen ekonomi Inggris yang relatif positif membantu mendukung Pound, namun ketidakpastian arah kebijakan moneter BoE (apakah akan memotong atau mempertahankan suku bunga) bisa menjadi faktor pembatas kekuatan GBP terhadap JPY dalam konteks tren saat ini.
GBP/JPY bergerak dalam keseimbangan antara kekuatan Pound dari data UK yang kuat dan tekanan kuat dari Yen yang mendapatkan permintaan safe-haven, terutama setelah berita intervensi terdengar. Sinyal fundamentalnya cenderung sideways bearish, dengan potensi penurunan jika spekulasi intervensi terus dominan dan BoE tidak mengeluarkan kejutan hawkish.




