Pasangan mata uang GBP/JPY menunjukkan pergerakan yang cukup dinamis pada akhir Januari 2026, dipengaruhi oleh sejumlah faktor fundamental ekonomi dan geopolitik yang signifikan. Berikut ini rangkuman terbaru yang jadi driver utama pergerakan kurs:
📊 1. Divergensi Kebijakan Moneter Bank Sentral Inggris & Jepang
Perbedaan arah kebijakan antara Bank of Japan (BoJ) dan Bank of England (BoE) menjadi salah satu faktor paling krusial yang memengaruhi GBP/JPY hari ini:
- BoJ dinilai semakin hawkish dibanding sebelumnya—rapat kebijakan terbaru menunjukkan kesiapan untuk bertindak kurang akomodatif dan kemungkinan menaikkan suku bunga secara bertahap.
- BoE, di sisi lain, diperkirakan akan memotong suku bunga pada 2026 karena data inflasi Inggris yang moderat, sehingga memberikan tekanan ke bawah pada Pound sterling.
Kesenjangan kebijakan ini membuat GBP/JPY cenderung terbatas kenaikannya, karena yen mendapat dukungan relatif dari sinyal hawkish BoJ meskipun tetap lebih lemah daripada sebelumnya.
🟡 2. Pergerakan Harga GBP/JPY Masih Range-Bound dan Tekanan Dolar
Data market update pergerakan GBP/JPY menunjukkan pasangan ini bergerak di bawah level 211.00, mendekati multi-week low dengan sentimen mixed di pasar.
- Pound Sterling mendapatkan sedikit dukungan dari risk sentiment yang relatif positif, namun tekanan dari penguatan dolar AS ikut membatasi pergerakan naiknya GBP/JPY.
- Kekuatan dolar AS sering berdampak tidak langsung pada GBP/JPY karena banyak investor mengambil posisi carry trade atau risiko terhadap mata uang safe-haven seperti yen.
3. Yen Melemah karena Ketidakpastian Geopolitik dan Prospek Kebijakan BoJ
Yen Jepang cenderung bergerak melemah di sesi Asia pada 29 Januari 2026 karena beberapa alasan:
- Ketegangan antara China dan Jepang yang meningkat, menimbulkan uncertainty dan melemahkan daya tarik yen sebagai mata uang safe haven.
- Ketidakpastian seputar timing kenaikan suku bunga BoJ membuat pasar enggan menetapkan posisi yen terlalu kuat.
- Kinerja saham Asia yang cukup solid turut menekan yen karena arus modal mengalir ke aset berisiko.
Kondisi ini secara umum cenderung mengangkat pasangan seperti GBP/JPY selama tekanan yen tidak terlalu besar.
📉 4. Kalendar Ekonomi Jepang: Data Makro Mendatang
Walaupun belum dirilis hari ini, data ekonomi penting Jepang yang akan keluar pada tanggal 30 Januari 2026 (termasuk IHK Tokyo, produksi industri, dan tingkat pengangguran) sudah mulai dinantikan pasar. Data-data ini bisa memperkuat volatilitas yen dan berdampak ke GBP/JPY dalam jangka pendek.
🧠 5. Sentimen Pasar Global & Indeks Dolar AS
Sentimen pasar global terus menjadi sentiment driver utama:
- Kinerja pasar ekuitas Asia dan arus modal ke aset berisiko cenderung memengaruhi permintaan untuk GBP dan JPY.
- Indeks dolar AS yang sempat kembali menguat di akhir Januari turut memberikan tekanan pada pasangan yang melibatkan pound dan yen.




