Gold Berusaha Bangkit Setelah Koreksi, Menuju Level $5.200

0
23


Harga emas kembali naik melewati level kunci US$5.000 per ons pada hari Rabu, melanjutkan penguatan lebih dari 6% pada sesi sebelumnya yang menjadi kenaikan harian terbesar sejak tahun 2008. Kenaikan ini terjadi setelah para pembeli memanfaatkan harga murah (dip buyers) menyusul penurunan tajam yang terjadi di awal pekan.

Penyebabnya, aksi buy on dip akibat arah kebijakan Kevin Warsh yang masih samar, jika terpilih sebagai Gubernur The Fed selanjutnya. Ditambah, kembalinya partial shutdown AS memberikan ketidakpastian, dimana terdapat potensi data pasar tenaga kerja AS seperti non farm payrolls akan tertunda. Hal ini membuat daya tarik Gold sebagai aset safe haven tetap terjaga.

Ketegangan geopolitik turut meningkatkan daya tarik emas sebagai aset safe haven, setelah pasukan AS menembak jatuh sebuah drone Iran di dekat kapal induk di Laut Arab. Meski demikian, Presiden Donald Trump menyatakan bahwa jalur diplomasi masih berjalan, dan Gedung Putih mengonfirmasi bahwa pembicaraan AS-Iran tetap dijadwalkan berlangsung pada hari Jumat.