Harga emas tertekan turun karena kehati-hatian menjelang data pekerjaan penting AS (NFP) minggu ini.
Harga emas turun menjadi sekitar $4.440 per ons pada hari Kamis, memperpanjang kerugian dari sesi sebelumnya, karena investor menilai data ekonomi AS yang beragam sementara perkembangan geopolitik tetap menjadi fokus utama. Data Lowongan pekerjaan (JOLTs) turun lebih dari yang diperkirakan pada bulan November, menandakan permintaan tenaga kerja yang lebih lemah, sementara penggajian swasta (ADP NFP) pada bulan Desember meningkat kurang dari yang diperkirakan. Namun, data ISM menunjukkan pertumbuhan yang lebih kuat dari yang diperkirakan di sektor jasa. Investor kini menantikan laporan penggajian non-pertanian pada hari Jumat untuk mendapatkan panduan tentang arah kebijakan bank sentral, dengan pasar memperkirakan dua pemotongan suku bunga untuk tahun ini.
Di bidang geopolitik, Washington menguraikan rencana untuk mengambil kendali jangka panjang atas penjualan minyak mentah Venezuela, sementara otoritas AS menyita tanker tambahan yang terkait dengan Venezuela. Gedung Putih juga mengkonfirmasi diskusi tentang akuisisi Greenland, termasuk potensi keterlibatan militer. Di tempat lain, bank sentral China memperpanjang tren pembelian emasnya menjadi 14 bulan pada bulan Desember.

Secara teknis, Gold bergerak turun karena aksi koreksi dari kenaikan sebelumnya.
Pada grafik GOLD H1 terlihat harga berpotensi meneruskan penurunan kearah fibonacci rettracement 50% disekitar 4405.00 atau bisa lebih rendah ke zona diskon di 4383.00 – 4350.00.
Zona pullback terdekat kearah 4460 – 4464 yang bisa diperhatikan untuk menjadi Zona Sell




