Harga emas kembali menghadapi tekanan jual seiak pembukaan perdagangan sesi Asia hingga awal perdagangan Eropa di awal pekan ini melanjutkan penurunan tajam pekan kemarin. Laporan bahwa Kevin Warsh akan dicalonkan sebagai Ketua Fed disebtu sebagai faktor yang menekan harga emas dan aksi ambil untung. Namun, risiko geopolitik dan pembelian berkelanjutan oleh bank sentral menjadi harapan yang akan membatasi penurunan XAUUSD lebih lanjut.
XAUUSD anjlok ke level terendah tiga minggu di level 4.402 dan memaski perdagangan awal Eropa pada Senin, bulon diperdagangkan di sekitar level 4.533 dipengaruhi oleh aksi ambil untung. Logam mulia ini lanjutkan penurunannya setelah capai rekor tertinggi sepanjang masa di pekan lalu di tengah tanda-tanda stabilitas politik di Amerika Serikat (AS) seiring terpilihnya Kevin Warsh sebagai ketua Federal Reserve berikutnya, yang meredam kekhawatiran independensi bank sentral AS tersebut.
Sementara itu, ketegangan geopolitik yang masih berlanjut, termasuk ketegangan AS-Iran, kemungkinan mendukung aset safe-haven termasuk emas dan menahan penurunan harga komoditi logam berdenominasi dolar AS itu lebih lanjut. Para pelaku pasar akan memantau perkembangan seputar negosiasi AS-Iran, serta kejelasan lebih lanjut mengenai arah kebijakan Warsh. Selain itu, meningkatnya permintaan dari bank sentral besar juga dapat berkontribusi mendorong kenaikan harga logam mulia ini.
Para pelaku pasar hari ini akan focus pada rilis data Indeks Manajer Pembelian Manufaktur ISM AS (PMI) yang akan memengaruhi pergerakan dolar AS dan harga emas. PMI Manufaktur AS diperkirakan meningkat menjadi 48,3 di Januari dari 47,9 pada Desember. Jika laporan menunjukkan penurunan yang mengejutkan, hal ini dapat menekan dolar AS dan akan mengangkat harga komoditas yang denominasi dolar AS.




