Harga Emas Melesat Ditengah Geopolitik yang Panas

0
25
Harga Emas Melesat Ditengah Geopolitik yang Panas

javafx.co.id – Harga emas melonjak lebih dari 2% dalam perdagangan Asia pada hari Senin karena investor berbondong-bondong membeli aset safe-haven setelah AS dan Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran yang menewaskan Pemimpin Tertinggi negara itu, Ayatollah Ali Khamenei. Harga emas spot naik 2.6% menjadi $5400 per ons, tertinggi sejak akhir Januari.

Konflik Timur Tengah meningkatkan permintaan emas sebagai aset safe-haven
Pasar bereaksi terhadap eskalasi yang belum pernah terjadi sebelumnya di Timur Tengah setelah akhir pekan. Pembunuhan tokoh pemimpin tertinggi di Iran meningkatkan kekhawatiran akan konflik regional yang lebih luas dan potensi gangguan terhadap pengiriman minyak melalui Selat Hormuz, jalur energi global yang sangat penting.

Pasukan Israel melancarkan gelombang serangan baru ke Teheran pada hari Minggu, dengan rudal dan pesawat menargetkan infrastruktur komando dan pertahanan udara. Teheran merespons dengan serangan rudal lebih lanjut ke wilayah Israel dan pangkalan AS di beberapa negara Teluk. Guncangan geopolitik tersebut memicu pergerakan klasik “risk-off” di pasar, dengan saham merosot dan minyak mentah melonjak, memperkuat permintaan emas batangan sebagai penyimpan nilai.

“Dampak regional atau gangguan terhadap pasokan energi akan secara signifikan meningkatkan harga emas melalui harga minyak yang lebih tinggi, peningkatan ekspektasi inflasi, dan imbal hasil riil yang terkendali,” kata analis ING dalam sebuah catatan.

Emas kembali dalam trend bullish setelah break resistant pada awal pekan lalu dan kenaikan harga Senin pagi ini juga terjadi break of structure (BoS) karena melewati tertinggi sebelumnya.
Analis PT JAVA Global Futures memprediksi harga emas akan bergerak naik setidaknya akan kearah $5470an sebagai resistance terdekat, dan ada potensi uji supply zone di $5505 – 5554

Sementara harga minyak (USDOIL) juga naik lebih dari 10% Senin pagi, sempat menyentuh $75 per barel atau lompat dari harga penutupan minggu lalu $67.17. Harga minyak sangat sensitif dengan isu keamanan pasokan dengan adanya berita Iran menutup selat Hormutz yang merupakan celah sempit yang dilewati 30% kapal tangker yang mendistribusi minyak ke seluruh dunia