Harga emas naik lebih dari 1% ke sekitar USD 5.080 per ounce pada hari Selasa, setelah mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di atas USD 5.110 pada sesi sebelumnya. Kenaikan ini didorong oleh kuatnya permintaan aset safe haven di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan dan geopolitik. Pada hari Senin, Presiden Trump mengancam akan menaikkan tarif impor untuk mobil, kayu, dan produk farmasi dari Korea Selatan, serta menaikkan bea masuk untuk barang lainnya dari 15% menjadi 25%, dengan alasan belum adanya kemajuan dalam kesepakatan dagang yang diumumkan tahun lalu.
Perhatian investor kini tertuju pada pertemuan kebijakan Federal Reserve AS selama dua hari yang dimulai hari ini. Meskipun suku bunga diperkirakan tetap tidak berubah, pasar akan mencermati dengan saksama pernyataan Ketua The Fed, Jerome Powell, terutama di tengah meningkatnya tekanan dari Gedung Putih agar suku bunga diturunkan.
Selain itu, risiko geopolitik yang meningkat akibat perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan terus mendorong aliran safe-haven. Ini, bersama dengan Dolar AS yang bearish dan taruhan dovish Federal Reserve, mendorong harga Emas lebih tinggi selama tujuh hari berturut-turut.





