Harga emas melemah hingga berada di bawah $4.950 per ons pada hari Selasa, mencatat penurunan selama dua sesi berturut-turut. Pelemahan ini terjadi di tengah aktivitas perdagangan yang relatif sepi akibat adanya hari libur di sejumlah pasar utama. Pasar di Tiongkok serta beberapa negara Asia masih ditutup dalam rangka perayaan Tahun Baru Imlek, setelah sebelumnya pasar Amerika Serikat juga libur pada hari Senin.
Di sisi lain, rilis data inflasi Amerika Serikat pada Jumat lalu yang lebih rendah dari perkiraan semakin memperkuat keyakinan bahwa Federal Reserve berpeluang melanjutkan kebijakan pelonggaran moneter sepanjang tahun ini. Saat ini, pasar memperkirakan akan ada sedikit lebih dari dua kali pemangkasan suku bunga, dengan bulan Juli dipandang sebagai periode yang berpotensi menjadi awal dimulainya penurunan suku bunga tersebut.
Pelaku pasar kini menunggu sejumlah data penting, termasuk notulen rapat The Fed, estimasi awal pertumbuhan PDB AS, serta data inflasi PCE, guna mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai arah kebijakan moneter ke depan. Selain faktor ekonomi, perhatian investor juga tertuju pada perkembangan geopolitik. Pembicaraan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran dijadwalkan kembali berlangsung hari ini di tengah meningkatnya ketegangan, sementara negosiasi yang dimediasi AS antara Rusia dan Ukraina juga direncanakan dimulai di tengah konflik yang masih berlanjut.




