Harga Minyak Naik Didorong Data Persediaan Dan Permintaan

JAVAFX – Harga minyak naik lebih dari 2 persen pada Kamis (02/09/2021), dimana perdagangan Minyak Mentah WTI di atas $70 per barel untuk pertama kalinya dalam sebulan, didorong oleh data persediaan dan permintaan AS yang bullish dan dolar yang lebih lemah. Kontrak Minyak Mentah WTI bulan depan naik 2,71% pada $70,44, diperdagangkan di atas $70 per barel untuk pertama kalinya sejak 3 Agustus. Minyak Mentah Brent telah meningkat 2,43% pada $73,30.

Harga naik juga karena melemahnya dolar AS membuat pembelian minyak mentah lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya. Bukan hanya greenback yang lebih lemah yang mendorong minyak lebih tinggi.

EIA melaporkan pada hari Rabu terjadi penurunan minyak mentah utama dalam persediaan AS dan rekor menyiratkan permintaan bahan bakar Amerika. Administrasi Informasi Energi melaporkan persediaan telah turun sebesar 7,2 juta barel dalam seminggu hingga 27 Agustus. Ini dibandingkan dengan penarikan persediaan minyak mentah sebesar 3 juta barel yang diperkirakan oleh EIA untuk minggu sebelumnya dan ekspektasi analis untuk penurunan sebesar 2,83 juta barel.

Secara tersirat, permintaan dilaporkan telah mencapai rekor tertinggi 22,8 MMbbls/hari selama seminggu, melampaui rekor sebelumnya 22,4 MMbbls/hari yang terlihat pada 2018. Jumlah permintaan tersirat yang lebih kuat ini kemungkinan mencerminkan beberapa peningkatan inventaris hilir menjelang Badai Ida.

Get the daily news in your inbox

Related Articles

Share this post

Hubungi Kami

Pusat Edukasi

Pusat Berita

Headquarter

Foresta Business Loft 5 Unit 15
Jl. BSD Boulevard, Lengkong Kulon
Pagedangan Tangerang
Banten 15331

Contact Us

Phone: +62 21 222 32 200
Fax: +62 21 222 31 318
Email: [email protected]

Peringatan Resiko: Contracts for Difference(CFD) adalah produk keuangan yang complex yang ditransaksikan berupa margin. Trading CFD memiliki tingkat resiko yang tinggi dikarenakan leverage yang bekerja memberikan keuntungan ataupun kerugian sekaligus. Sebagai akibatnya, CFD mungkin saja tidak cocok dengan semua investor karena anda bisa kehilangan seluruh modal yang anda investasikan. Anda disarankan untuk tidak meresikokan dana lebih dari yang anda persiapkan untuk kerugian. Sebelum memutuskan untuk bertransaksi, anda harus memastkan bahwa anda mengerti resiko yang terdapat dalam akun untuk tujuan investasi dan tingkat pengalaman anda. Performa yang sudah ada di CFD tidak dapat dijadikan indikator andalan untuk hasil kedepan. Umumnya CFD tidak memiliki tanggal jatuh tempo. Oleh karena itu, jatuh tempo sebuah posisi CFD ditentukan oleh kapan anda ingin menutup posisi yang ada. Carilah pemandu pribadi, jika diperlukan. Mohon membaca dengan seksama JAVA ‘Pernyataan Pengungkapan Risiko’.